| dc.description.abstract | Pengeboran sumur minyak dan gas merupakan kegiatan dengan high risk dan high cost. Banyak kendala operasional yang dihadapi pada saat pengeboran. PT Pertamina EP sebagai salah satu perusahaan yang melaksanakan kegiatan pengeboran minyak dan gas, belum melakukan penerapan manajemen risiko untuk setiap pengeboran sumur termasuk di Wilayah Asset 5. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peta masalah pada kegiatan pengeboran, (2) mengidentifikasi dan memetakan risiko pengeboran, (3) menganalisis strategi manajemen risiko yang harus disiapkan untuk kegiatan pengeboran. Penelitian ini mengggunakan analisis deskriftif dan analisis Godfrey. Data primer diperoleh dari 4 responden internal PT. Pertamina EP dan 2 responden external PT. Pertamina EP yaitu dari SKKMigas dan perusahaan penyedia jasa pengeboran yang dilakukan melalui kuisioner dan wawancara mendalam. Pengumpulan data dari hasil kuisioner digunakan untuk analisis Godfrey dalam mengidentifikasi, memetakan dan mengukur risiko berbagai bagian yang dikelompokkan dalam empat kategori risiko yaitu finasial, operasional, strategi dan hazard.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 24 risiko yang teridentifikasi dan terdiri dari 8 risiko pada tingkat extreme, 5 risiko tinggi, 5 risiko sedang yang perlu dikurangi dan 6 risiko rendah. Khususnya untuk risiko pengeboran tingkat extreme dan tinggi, penelitian ini menyarankan harus diupayakan untuk mengurangi tingkat risiko dengan penerapan strategi-strategi manajemen.
Dengan banyaknya risiko yang terjadi pada kegiatan pengeboran, upaya antisipasi dan penerapan manajemen risiko dapat dilakukan oleh manajemen setiap tahapan kegiatan pengeboran. Semua personil yang terlibat dalam operasional pengeboran harus mampu mengelola manajemen risiko dan, membentuk fungsi khusus di bagian Drilling yang disebut sebagai Drilling Risk Engineer yang bertugas melakukan perencanaan, pengawasan dan evaluasi manajemen risiko | |