Formulasi Strategi Bisnis Branchless Banking Bank X
| dc.contributor.advisor | Sanim, Bunasor | |
| dc.contributor.advisor | Saptono, Imam Teguh | |
| dc.contributor.author | Suranta, Ashar Jarot | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T09:37:48Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T09:37:48Z | |
| dc.date.issued | 2014 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167090 | |
| dc.description.abstract | Distribusi sektor keuangan yang tidak merata merupakan rintangan bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan berukuran kecil maupun rumah tangga yang miskin. Pemerintah berinisiatif untuk mengadopsi suatu layanan perbankan di Indonesia melalui layanan branchless banking atau dalam terjemahan bebas berarti perbankan tanpa cabang. Bentuk layanan keuangan ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi khususnya distribusi layanan keuangan untuk masyarakat kurang mampu maupun masyarakat yang berada di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan konvensional. Bank X sebagai salah satu yang bank yang berfokus pada sektor mass market, melihat model bisnis ini berpotensi sebagai salah satu sumber pendapatan bank berdampingan dengan bisnis pembiayaan usaha menengah dan kecil. Analisis faktor eksternal menunjukkan bahwa tiga faktor peluang dalam mengembangkan layanan branchless banking adalah (1) Inisiatif pemerintah untuk pengembangan layanan financial inclusion; (2) Kebijakan mengenai masyarakat tanpa uang tunai (cashless society); (3) Jumlah masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan mencapai 49% dari total penduduk. Sementara itu tiga faktor ancaman dalam mengembangkan layanan branchless banking adalah (1) Belum lengkap dan komprehensifnya ketentuan yang ada; (2) Teknologi yang mudah diadaptasi oleh pesaing; (3) Aktivitas dan program penjualan yang dilakukan oleh pesaing. Analisis faktor internal menunjukkan tiga kekuatan utama yang dimiliki oleh Bank X adalah (1) Kemampuan perusahaan dalam mengadaptasi teknologi; (2) Kompetensi perusahaan dalam menangani keluhan pelanggan; (3) Fokus pada bisnis dengan segmen mass market. Sementara tiga faktor ancaman yang dihadapi oleh Bank X adalah (1) Belum memiliki pendapatan berbasis transaksi; (2) Rendahnya nilai tambah pada jasa yang ditawarkan; (3) Belum memaksimalkan mitra sebagai saluran distribusi layanan. Penelitian ini merumuskan formulasi strategi layanan branchless banking beserta tahapan strateginya Tahapan strategi dalam penerapan layanan ini dituangkan kedalam aktifitas 3 semester: 1. Semester II tahun 2014 membangun infrastruktur penunjang layanan serta operasional. 2. Semester I tahun 2015 melakukan promosi serta akuisisi pelanggan baru 3. Semester II tahun 2015 melakukan pengembangan skala bisnis | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Strategi | id |
| dc.title | Formulasi Strategi Bisnis Branchless Banking Bank X | id |
| dc.subject.keyword | Branchless Banking | id |
| dc.subject.keyword | Cashless Society | id |
| dc.subject.keyword | Pendapatan Berbasis Transaksi | id |
| dc.subject.keyword | Business Model Canvas | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Business [4063]
Master Theses on Business
