| dc.description.abstract | PT. Bank Syariah X merupakan salah satu bank syariah di Indonesia. Dalam
tiga tahun terakhir, realisasi laba tidak mencapai target yang ditetapkan dan
pertumbuhan laba yang dihasilkan berada di bawah rata-rata industri. Salah satu
cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keuntungan adalah memberikan
pembiayaan kepada sektor yang memiliki margin tinggi. Data Bank Indonesia
menunjukkan margin rata-rata kredit perbankan ke Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) posisi September 2013 adalah setara dengan 13,97%
sedangkan rata-rata kredit ke sektor lain untuk periode yang sama dengan rata-rata
11,26%.
Pada Desember 2013, portofolio pembiayaan UMKM oleh PT. Bank
Syariah X mencapai 82% dari total pembiayaan. Hal ini menunjukkan bahwa
pembiayaan PT. Syariah X telah diberikan kepada sektor yang memiliki margin
pembiayaan tinggi namun laba yang diperoleh tidak mencapai target dan
pertumbuhan laba di bawah rata-rata industri. Kondisi ini membuat PT. Bank
Syariah X perlu merumuskan strategi yang tepat untuk pembiayaan UMKM. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada delapan faktor strategis eksternal yang terdiri
atas peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PT. Bank Syariah X serta terdapat
sebelas faktor strategis internal yang terdiri atas kekuatan dan kelemahan yang
dimiliki oleh PT. Bank Syariah X.
Posisi perusahaan pada matriks IE berada di sel V, arah strategi untuk
perusahaan yang berada pada sel V adalah penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Matriks SWOT menghasilkan delapan strategi alternatif. Strategi
alternative yang ada diukur tingkat kemenarikannya dengan quantitative strategic
planning matrix (QSPM). Hasil QSPM menunjukkan bahwa strategi alternatif
peringkat 1 memiliki nilai total attractiveness score (TAS) 1,777 yaitu
meningkatkan jumlah tenaga pemasaran dan memperbanyak cabang/jaringan di
wilayah-wilayah potensial. Strategi alternatif peringkat kedua adalah Membuat
program promosi pada segmen pembiayaan UMKM dengan lebih menarik melalui
jemput bola pada nasabah dengan nilai 1,574. Strategi alternatif peringkat ketiga
dengan nilai TAS 1,463 yaitu adanya sistem scoring/Internal Credit Risk Rating
untuk pembiayaan dengan limit tertentu dengan parameter yang disepakati sebagai
salah satu upaya percepatan proses pembiayaan. | |