| dc.description.abstract | Pelabuhan dalam aktivitasnya mempunyai peran penting dan strategis
untuk pertumbuhan industri dan perdagangan serta merupakan segmen usaha
yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan. Hal ini membawa
konsekuensi terhadap pengelolaan segmen usaha pelabuhan tersebut agar
pengoperasiannya dapat dilakukan secara efektif, efisien dan profesional sehingga
pelayanan pelabuhan menjadi lancar, aman, dan cepat dengan biaya yang
terjangkau. Sebagai negara kepulauan, peranan pelabuhan sangat vital dalam
perekonomian Indonesia pada umumnya dan Provinsi Riau pada khususnya.
Pelabuhan menjadi sarana paling penting untuk menghubungkan antar pulau
maupun antar negara. Namun, ironisnya, kondisi pelabuhan di Riau sangat
memprihatinkan. Hampir semua pelabuhan yang ada di Riau saat ini sudah
ketinggalan zaman ditambah lagi dengan dibangunnya jembatan yang melintasi
alur sungai Siak yang mengakibatkan kapal-kapal yang mempunyai ketinggian
diatas 17 meter tidak dapat melintasi alur sungai Siak. Akibatnya semua kapal
yang berukuran besar melakukan aktivitas bongkar muat ke pelabuhan Dumai
sehingga semakin memperparah waktu tunggu kapal di pelabuhan Dumai.
Pengembangan pelabuhan sudah sangat penting dilakukan di Provinsi Riau. Dari
pelabuhan laut yang ada di Provinsi Riau hanya tiga pelabuhan yang layak untuk
dikembangkan ditinjau dari kriteria teknis, kriteria ekonomi, dan kriteria
lingkungan yaitu pelabuhan Dumai, pelabuhan Tanjung Buton, dan pelabuhan
Tembilahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas lokasi pelabuhan yang
akan dikembangan dengan menggunakan metode MCDM dengan teknik SMART
kemudian merumuskan strategi terhadap lokasi pelabuhan terpilih dengan
menggunakan analisis TOWS dan menggunakan matriks QSPM untuk
menetapkan prioritas strategi.
Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Dimana data primer
dilakukan dengan metode survei, yaitu metode yang bertujuan untuk meminta
tanggapan responden. Beberapa pendekatan yang akan dilakukan dalam penelitian
ini adalah diskusi dan wawancara dengan panduan kuesioner serta pengamatan
langsung terhadap kegiatan di pelabuhan Dumai, pelabuhan Tanjung Buton,
pelabuhan Tembilahan. Data sekunder akan dikumpulkan berdasarkan sumbersumber yang terkait seperti hasil penelitian sebelumnya, hasil studi pustaka,
berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan, laporan serta dokumen
berbagai instansi yang berhubungan dengan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi dengan
menggunakan analisis SMART menunjukan kriteria teknis mempunyai bobot
0.401 selanjutnya kriteria ekonomi dengan bobot 0.304, dan terakhir kriteria
lingkungan dengan bobot sebesar 0.295. Hasil akhir dari pengolahan data dengan
menggunakan teknik SMART Decision score menunjukkan prioritas lokasi
pelabuhan dengan nilai tertinggi yaitu pelabuhan Tanjung Buton dengan nilai 0.913, berikutnya adalah pelabuhan Dumai dengan nilai 0.867, dan yang terakhir
adalah pelabuhan Tembilahan dengan nilai 0.7. Setelah didapat prioritas lokasi
pelabuhan yang akan dikembangkan kemudian pelabuhan tersebut dirumuskan
strategi dengan menggunakan analisis TOWS. Dari hasil analisis TOWS didapat 4
macam strategi yaitu mengoptimalkan kawasan pelabuhan, meningkatkan
pelayanan agar dapat memiliki daya saing, pembenahan sistem informasi dan
peningkatan pengelolaan, Mengembangkan SDM dengan perekrutan dan program
pelatihan. Setelah dirumuskan strategi dengan analisis TOWS kemudian akan
dipilih prioritas strategi dengan menggunakan analisis QSPM. Hasil analisis
QSPM menunjukkan keempat strategi tersebut mempunyai Total Attractiveness
Score yang hampir sama sehingga sulit untuk memilih atau menentukan strategi
yang terbaik diantara keempat strategi tersebut. Oleh karenanya keempat strategi
tersebut dapat dikombinasikan dan dikembangkan bersama. | |