| dc.description.abstract | Sistem standardisasi dalam pengujian dan pengawasan alsintan merupakan
upaya untuk mengantisipasi meningkatnya penggunaan alsintan yang belum
memenuhi standar kelayakan teknis sehingga dapat merugikan pengguna. Pada
saat ini masih banyak alsintan yang berasal dari luar maupun dalam negeri belum
teruji kemampuannya atau tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Penilaian kepuasan memegang peranan penting dalam menilai baik atau tidaknya
produk maupun layanan yang diberikan oleh konsumen akhir.
Balai Pengujian Mutu Alsintan (BPMA) dalam hal memberikan pelayanan
pengujian sejak awal dibentuk sampai dengan saat ini belum pernah melakukan
survei tentang kepuasan pelanggan. Padahal seiring dengan berjalannya waktu
proses tersebut, terjadi keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelaku usaha
alsintan baik di forum-forum formal maupun melalui surat keluhan yang ditujukan
langsung ke BPMA.
Penelitian ini membahas hubungan antara kualitas pelayanan, kepuasan dan
loyalitas pelaku usaha yang mengajukan permohonan pengujian alat dan mesin
pertanian (alsintan) diBPMA Kementerian Pertanian. Responden yang digunakan
dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha yang memproduksi alsintan dengan
jumlah 88 responden dimana kesemua responden haruslah yang mengikuti
prosedur pengujian dari awal sampai terbit laporan hasil uji. Berdasarkan hasil
olah data menggunakan SEM berbasis varian diperoleh hasil bahwa kualitas
pelayanan (bukti langsung, daya tanggap, jaminan, serta empati) berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan jaminan yang paling tinggi
tingkat signifikansinya, serta kepuasan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. | |