| dc.description.abstract | Peternakan sapi potong merupakan bisnis yang minim resiko karena sapi
potong lebih tahan penyakit dibandingkan dengan bisnis peternakan lainya seperti
unggas. Bisnis peternakan sapi potong adalah bisnis yang menghasilkan
keuntungan yang besar dan resikonya kecil atau bisnis yang mempunyai karakter
low risk hight return. Keuntungan yang besar dari bisnis beternak sapi potong
karena harga daging sapi yang tinggi dan permintaanya yang besar.
Salah satu perusahaan yang menjalankan bisnis ternak sapi potong adalah
PT. Great Giant Livestock Company (PT GGLC). PT GGLC dalam menjalankan
bisnisnya, selain mengusahakan peternakan sapi potong dikandang sendiri juga
melakukan kerjasama kemitraan dengan peternak mitra melalui Program
Kemitraan Plasma Inti Rakyat (PIR). Dalam program tersebut PT GGLC sebagai
inti dan peternak kecil sebagai plasma. Program kemitraan PIR terdiri dari dua
macam, yaitu PIR Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dan PIR Swadana. PIR KKP
adalah program kemitraan di mana semua modal usaha mulai dari pengadaan sapi
bakalan hingga pakan disediakan oleh bank yang difasilitasi oleh perusahaan,
sedangkan pada PIR swadana hanya sapi bakalan yang disediakan sendiri oleh
plasma. Untuk saat ini program PIR yang berjalan yaitu PIR swadana.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa bagian prioritas
pengembangan ternak sapi potong melalui kemitraan di PT GGLC, serta
mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam
pengembangan ternak sapi potong melalui kemitraan. Selain itu, penelitian ini
juga bertujuan untuk merumuskan beberapa alternatif strategi dan
merekomendasikan strategi utama untuk pengembangan ternak sapi potong
melalui kemitraan di PT GGLC. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif melalui penelitian survei, untuk metode pengambilan sampel yang
digunakan yaitu menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang
digunakan adalah analisis Internal Factor Evaluation (IFE), analisis External
Factor Evaluation (EFE), analisis SWOT, dan analisis QSPM. Penentuan strategi
utama yang dilakukan dengan analisis QSPM.
Berdasarkan analisis matrik SWOT diperoleh beberapa alternatif strategi
yaitu; (1) penambahan jumlah sapi yang dimitrakan dari 6 ekor menjadi 10 ekor
tiap mitra, (2) meningkatkan minat peternak menjadi mitra, (3) penyediaan modal
usaha untuk peternak mitra (4) mengoptimalkan penggunaan pakan untuk
meningkatkan bobot sapi, (5) pengembangan usaha pembibitan sapi (breeding),
(5) meningkatkan penyuluhan, pelatihan dan pengawasan, (6) pengembangan
usaha pembibitan sapi (breeding), (7) melakukan kerjasama dengan penyedia sapi
bakalan, (8) pemberian obat-obatan dan vaksin yang teratur. Untuk analisis QSPM
didapat strategi yang memiliki prioritas utama yang dapat diimplementasikan
dalam pengembangan ternak sapi potong melalui kemitraan di PT GGLC yaitu
penambahan jumlah sapi yang dimitrakan dari 6 ekor menjadi 10 ekor tiap mitra
dan meningkatkan minat peternak untuk menjadi mitra. Strategi prioritas tersebut ditunjang tersedianya subsistem agribisnis dalam pengembangan ternak sapi
potong melalui kemitraan dari subsistem hulu sampai hilir, serta jasa penunjang.
Untuk mengimplementasikan stategi utama tersebut masih memerlukan
waktu yang lama dan masih menghadapi kendala-kendala yang ada mengingat
banyaknya masalah-masalah strategis dalam ternak sapi potong. Hal yang menjadi
kelemahan utama dalam pengembangan ternak sapi potong melalui kemitraan di
PT GGLC adalah susahnya penyediaan bibit sapi bakalan, pendidikan mitra yang
masih rendah, sapi yang dimitrakan dibatasi, belum dilakukan usaha pembibitan
sapi (breeding) oleh para mitra, dan lemahnya pengawasan pada mitra. Selain itu,
ada ancaman yang dihadapi dalam mewujudkan strategi utama tersebut yaitu
kondisi keamanan yang kurang kondusif, modal mitra terbatas, penyakit menular,
rendahnya minat peternak untuk menjadi mitra, dan masih banyaknya
pemotongan sapi betina produktif.
Disamping memiliki kelemahan dan ancaman, pengembangan ternak sapi
potong melalui kemitraan di PT GGLC juga memiliki prospek yang bagus karena
memiliki kekuatan yang dapat digunakan dalam menutupi kelemahan tersebut
yaitu tersedianya pakan yang berlimpah, daya dukung lahan yang baik,
ketersediaan obat/vaksin, kondisi kandang yang baik, dan Petugas Penyuluh
Lapangan (PPL) yang berkompeten . Selain kekuatan tersebut, ada peluang yang
mendukung yaitu adanya kebijakan pemerintah yang mendukung, konsumsi
masyarakat untuk daging sapi selalu meningkat, harga daging sapi yang
meningkat, pasar yang masih terbuka, serta perkembangan teknologi yang
mendukung pengembangan ternak sapi potong | |