Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.authorMuljana, Mochamad
dc.date.accessioned2025-08-07T09:36:29Z
dc.date.available2025-08-07T09:36:29Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167041
dc.description.abstractBeras merupakan bahan makanan pokok dari mayoritas penduduk Indonesia dengan total konsumsi sebesar 98 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Konsumsi beras perkapita penduduk Indonesia tertinggi di dunia yaitu mencapai 103 kg per kapita per tahun. Berdasarkan konsumsi dan jumlah penduduk kebutuhan beras di Indonesia mencapai 24.72 juta ton per tahun. Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dengan laju pertumbuhan ratarata 5 persen per lima tahun, sehingga pada tahun 2020 jumlah populasi diprediksi akan mencapai angka 271 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan pangan akan terus bertambah. Peningkatan jumlah penduduk yang tidak dibarengi dengan kenaikan luas lahan padi dan kualitas lahan cenderung menurun akan menyebabkan produktifitas lahan menurun. Tingkat kesuburan lahan padi yang rendah umumnya ditandai dengan kandungan bahan organik dan hara nitrogen yang rendah, ini dapat mengakibatkan terdegradasinya daya dukung dan kualitas tanah pertanian sehingga produktivitas lahan semakin turun. Penggunaan pupuk kimia anorganik yang tidak terkendali menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas kesuburan fisik dan kimia tanah. Diperlukan upaya yang makin intensif dari pemerintah Indonesia karena pola pikir petani terhadap pupuk anorganik masih kuat. Pemakaian pupuk anorganik sangat digemari petani karena pemakaiannya mudah, respon terhadap tanaman tinggi (hasilnya terbukti jelas) serta mudah didapat di pasaran. Selain keterlibatan pemerintah, pihak swasta juga berusaha melakukan kegiatan pemasaran pupuk organik. PT. Borneo Patra Agro adalah perusahaan nasional yang sedang berkembang berencana meningkatkan pangsa pasar produk pupuk hayati Rhizoplex. Pangsa pasar potensial pupuk hayati di Indonesia sangatlah besar yaitu mencapai 405 ribu ton pertahun atau setara 33 triliun rupiah. Permasalahan yang dihadapi PT. Borneo Patra Agro adalah sumber daya manusia yang belum berpengalaman dalam menjual pupuk hayati serta kesulitan dalam mengubah pola pikir petani terhadap pupuk, hal ini yang menyebabkan tingkat penjualan menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan promosi dan pengaruhnya pada tingkat penjualan produk pupuk hayati dan mencari alternatif rekomendasi dalam menerapkan strategi promosi selanjutnya. Dari hasil analisis regresi berganda dari enam kegiatan promosi PT. Borneo Patra Agro yaitu demplot, insentif penjualan, iklan, pembagian merchandise, pelatihan tenaga penjual dan temu tani terdapat dua kegiatan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan yaitu iklan dan temu tani. Dari hasil analisis kegiatan insentif penjualan adalah yang paling signifikan pengaruhnya terhadap penjualan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titlePengaruh Promosi Terhadap Penjualan Pupuk Hayati Rhizoplex Pt.Borneo Patra Agroid
dc.subject.keywordPupuk Hayatiid
dc.subject.keywordPromosiid
dc.subject.keywordPenjualanid
dc.subject.keywordAnalisis Regresi Bergandaid
dc.subject.keywordUji Asumsi Klasikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record