| dc.description.abstract | Model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) banyak digunakan
dalam perencanaan promosi suatu produk atau jasa. Adanya tahapan pada reaksi
konsumen yang diberikan stimuli akan membawanya pada suatu tindakan dan
perubahan perilaku tertentu sesuai yang diinginkan oleh pemasar. Efek hirarki
atau tahapan tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga dimensi perilaku, yaitu
komponen kognitif, afektif, konatif. Oleh karena itu pemasar harus mendesain
suatu program yang independen sehingga dapat sukses pada setiap tahapan baik
untuk meningkatkan awareness, interest, maupun desire, agar konsumen mau
melakukan action pembelian terhadap suatu produk atau jasa.
Dalam perikanan budidaya terdapat beberapa sub usaha yang meliputi
usaha pembenihan, pendederan, hingga proses pembesaran. Usaha pembenihan
merupakan rantai awal dari siklus budidaya ikan. Penyediaan benih unggul
merupakan faktor kunci dan strategis untuk dapat menggerakan seluruh
sumberdaya dan potensi perikanan budidaya sehingga mampu berkontribusi
terhadap pembangunan nasional. Benih berperan penting sebagai sarana produksi
utama dalam mengoptimalkan sumberdaya dan potensi perikanan budidaya.
Pada umumnya benih yang dihasilkan di sektor perikanan memiliki ukuran
yang sangat kecil dan jumlahnya yang sangat banyak. Pengusahaan benih ikan
oleh para pembenih ikan seringkali menemui kendala terkait dengan jumlah benih
yang diproduksinya. Saat ini belum ada teknologi yang membantu para pembenih
ikan dalam melakukan penghitungan benih secara lebih cepat. Penanganan pasca
panen pembenihan yaitu proses penghitungan benih masih dilakukan secara
manual sedangkan jumlah benih yang dihitung dapat mencapai puluhan hingga
ratusan ribu ekor tergantung dengan kapasitas dari usaha pembenihan itu sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi atribut
produk Fry Counter, menganalisis minat pembelian konsumen potensial terhadap
produk Fry Counter, dan merumuskan strategi pemasaran yang sesuai bagi
produk Fry Counter dalam memasuki pasar. Penelitian ini penting dilakukan
mengingat Fry Counter merupakan produk yang tergolong baru dan belum
dipasarkan secara komersil, sehingga diperlukan suatu kajian untuk merumuskan
strategi pemasaran Fry Counter dengan pendekatan model AIDA.
Penelitian ini menguji faktor-faktor yang telah dijelaskan pada beberapa
literatur yang memiliki pengaruh terhadap model AIDA untuk pembelian produk
Fry Counter. Pada penelitian ini faktor-faktor tersebut dimasukkan kedalam
model yang meliputi awareness, interest, dan desire untuk pembelian yang
kemudai dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan JuniNovember 2013. Metode pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian
adalah metode survei dengan teknik convenience sampling dengan pertimbangan
kemudahan ketersediaan responden dan keterbatasan waktu penelitian.
Berdasarkan kriteria tersebut maka diperoleh 152 responden yang dianggap dapat
memenuhi dan layak dijadikan sumber data dalam penelitian ini yang merupakan pembudidaya ikan yang berlokasi di Sukabumi. Penelitian ini menggunakan tiga
alat analisis yaitu analisis deskriptif, uji validitas, dan Structural Equation
Modeling (SEM).
Uji reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden yang merupakan bagian
dari sampel dalam penelitian ini. Dari hasil uji reliabilitas tidak diperlukan adanya
perubahan (penambahan atau pengurangan) isi kuesioner. Hasil uji reliabilitas
menunjukkan bahwa nilai r-hitung adalah 0,9274. Nilai ini lebih besar dari r-tabel
(0,6). Berdasarkan hasil analisis SEM, variabel-variabel indikator memiliki nilai
Uji-T lebih besar dari nilai kritis (nilai kritis = 1,96 untuk alpha = 5 persen). Nilai
koefisien faktor muatan seluruhnya memiliki validitas yang baik, dimana dapat
dikatakan variabel indikator secara tepat mampu mengukur konstruk yang
dimaksud. Uji reliabilitas yang menjelaskan tingkat konsistensi variabel indikator
dilihat dari Construct Reliability (CR) dan Variance Extracted (VE). Variabel
indikator pada variabel laten lingkungan, pribadi, interest, dan desire memiliki
reliabilitas yang baik, karena memiliki nilai CR lebih besar dari 0,7. Sedangkan
variabel laten pribadi memiliki nilai VE yang baik karena lebih besar dari 0,50.
Pada penelitian ini hanya variabel laten pribadi yang memiliki CR dan VE yang
ideal. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel indikator yang ada pada
variabel laten tersebut mampu memberikan informasi yang diinginkan dan dapat
dipercaya (diandalkan) dalam memberikan hasil yang relatif sama (konsisten)
apabila dilakukan pengukuran kembali. Namun demikian, terdapat juga konstruk
yang kurang reliabel, yaitu persepsi atribut, lingkungan, awareness, interest, dan
desire. Walaupun nilai CR untuk variabel lingkungan, interest, dan desire
memiliki nilai CR yang lebih besar dari 0,7, tetapi nilai VE-nya kurang dari 0,50.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel indikator yang ada kurang mampu
memberikan konsistensi dalam mengukur variabel laten yang dimaksud.
Implikasi manajerial yang dirumuskan untuk meningkatkan awareness
adalah menggunakan strategi promosi menekankan pada manfaat meningkatkan
keuntungan usaha. Untuk meningkatkan interest dan desire, dapat dilakukan
strategi memasarkan produk dengan harga terjangkau dan memberikan
kesempatan mencoba. Sedangkan untuk meningkatkan persepsi atribut, strategi
yang dapat digunakan adalah memberikan kesempatan mencoba dan alternatif
pembelian secara berkelompok.
Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh eksternal dan internal memiliki
pengaruh positif terhadap faktor persepsi atribut. Faktor eksternal dan persepsi
atribut memiliki pengaruh positif terhadap faktor awareness. Faktor eksternal
memiliki pengaruh negatif terhadap interest untuk membeli produk Fry Counter,
sementara itu faktor internal dan awareness memiliki pengaruh positif. Faktor
persepsi atribut dan interest memiliki pengaruh positif terhadap faktor desire. | |