Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.advisorAffandi, M.Joko
dc.contributor.authorNurwati, Ammy
dc.date.accessioned2025-08-07T09:36:17Z
dc.date.available2025-08-07T09:36:17Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167036
dc.description.abstractKondisi hutan tropis Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi dari tahun ke tahun terus mengalami degradasi. Beberapa penyebab yang menimbulkan terjadinya degradasi hutan kita, antara lain illegal logging, penjarahan dan perambahan areal hutan, peredaran tumbuhan dan satwa liar secara illegal, penambangan tanpa ijin (penambangan emas, timah hitam, batubara dan sebagainya), kebakaran hutan, pengrusakan terumbu karang dan gangguan keamanan hutan lainnya. Kondisi Polhut saat ini sebagian sudah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, namun sebagian lainnya belum menunjukan kinerja yang optimal. Hal ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu Polhut, tetapi juga disebabkan oleh faktor eksternal Polhut. Permasalahan tersebut dikaitkan antara kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan yang dimiliki oleh Polisi Kehutanan terhadap kinerja yang diharapkan untuk kepentingan pencapaian tujuan tugas pengamanan dan perlindungan di kawasan konservasi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh kepuasan kerja Polisi Kehutanan sebagai pejabat fungsional aparatur Pegawai Negeri Sipil terhadap kinerjanya. (2) Menganalisis pengaruh komitmen yang dimiliki Polisi Kehutanan dalam melakukan tugasnya sebagai ujung tombak pengamanan dan perlindungan hutan di kawasan konservasiterhadap kinerjanya. (3) Menganalisis pengaruh keterikatan Polisi Kehutanan sebagai pejabat fungsional aparatur Pegawai Negeri Sipil di Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan terhadap kinerjanya. (4) Menganalisis faktor yang paling dominan dari kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan yang berpengaruh pada kinerja Polisi Kehutanan Pengaruh kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan terhadap kinerja Polisi Kehutanan dianalisis dengan alat analisis Structural Equation Model (SEM). Hasil uji signifikasi (uji t) pada taraf 10 persen menunjukkan bahwa bahwa koefisien lintas γ (gamma) yang menjelaskan hubungan antara peubah laten keterikatan (ξ3) memiliki nilai t-hitung lebih besar dari 1,65 yaitu sebesar 1,87 Hal tersebut menggambarkan bahwa antara peubah laten keterikatan mempunyai hubungan nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan. Sedangkan peubah laten komitmen (ξ2) memiliki t-hitung lebih kecil dari 1,65 yaitu sebesar 0,65. Hal ini menunjukkan bahwa peubah laten komitmen tidak mempunyai hubungan nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan. Pada peubah laten kepuasan kerja (ξ1) memiliki t-hitung juga lebih kecil dari 1,65 yaitu sebesar 0,28 yang mengandung arti tidak mempunyai hubungan nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan, bahkan dengan arah hubungan negatif. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat dirumuskan beberapa implikasi manajerial dilakukan pada indikator pada merupakan variabel faktor keterikatan. Hal ini disebabkan bahwa faktor keterikatan berpengaruh nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePengaruh Kepuasan Kerja, Komitmen dan Keterikatan Terhadap Kinerja Polisi Kehutananid
dc.subject.keywordKepuasan Kerjaid
dc.subject.keywordKeterikatanid
dc.subject.keywordKinerjaid
dc.subject.keywordKomitmenid
dc.subject.keywordSumber Daya Manusiaid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordUji Validitas Dan Reliabilitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record