Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjo, Budi
dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.authorPramana, Shidiq Tungga
dc.date.accessioned2025-08-07T09:36:11Z
dc.date.available2025-08-07T09:36:11Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167033
dc.description.abstractDi Indonesia beredar berbagai merek dan tipe es krim. Tipe es krim yang beredar antara lain out of home, in home, artisanal, dan frozen yoghurt. Walaupun tipe es krim yang beredar di indonesia beragam, tapi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, tingkat konsumsi es krim di Indonesia masih rendah . Pada tahun 2008 tingkat konsumsi per kapita masyarakat Indonesia 0.2 liter per kapita per tahun sedangkan pada tahun 2012 tingkat konsumsi per kapita masyarakat Indonesia 1,4 liter per kapita per tahun artinya dalam 4 tahun naik 7 kali lipat. Walaupun demikian tingkat konsumsi es krim perkapita masyarakat Indonesia tahun 2012 masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Hal tersebut memperlihatkan potensi pasar Indonesia yang masih sangat besar. Wall’s sebagai market leader ice cream di Indonesia memiliki market share terbesar di untuk tipe out of home dan in home dengan market share masingmasing 70.6% dan 57.6%. Untuk lebih mendominasi pasar es krim di Indonesia Wall’s perlu meningkatkan market share in home agar sama dengan market share out of home-nya dengan cara akuisisi user kompetitor dan non user serta sambil mempertahankan konsumen Wall’s. Untuk itu perlu mengetahui pasar mana yang potensial dan bagaimana perilaku mereka. Merek Diamond unggul dalam atribut harga yang terjangkau. Campina unggul dalam atribut ukuran bervariasi. Sedangkan Wall’s menurut responden unggul dalam atribut satu kemasan terdapat beberapa rasa, produk mudah diperoleh dan dan sering ada promosi. Merek Baskin Robbins unggul dalam atribut rasanya enak, banyak pilihan rasa, kemasannya menarik dan popularitas merek sudah terkenal. Sedangkan Haagen Dazs menurut responden unggul dalam atribut rasanya enak. Analisis K-means cluster digunakan untuk mensegmentasikan pasar es krim in home. Dibentuk 3 segmen berdasarkan atribut psikografi VALS Framework. Analisis Biplot digunakan untuk melihat kedekatan atribut psikografi dengan segmen. Hasil intepretasi analisis biplot menunjukkan segmen 1 sebagai segmen value seeking ice cream buyer, segmen 2 sebagai segmen standard ice cream buyer, dan segmen 3 sebagai segmen quality seeking ice cream buyer. User segmen value seeking, segmen standard buyer dan non user segmen value seeking, standard buyer dan quality seeking adalah segmen yang dijadikan sebagai target pasar untuk diakuisisi. User segmen quality seeking adalah segmen yang perlu di retensi. Mayoritas pembelian es krim in home dilakukan spontan ketika berada di dalam toko. Tempat membeli es krim in home favorit adalah di hypermarket dan kemudian di minimarket.Waktu mengkonsumsi es krim in home terbanyak adalah pada hari sabtu dan minggu.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Segmentasi dan Perilaku Konsumen Produk Es Krim In Homeid
dc.subject.keywordAnalisis Klasterid
dc.subject.keywordEs Krimid
dc.subject.keywordEs Krim In Homeid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordSegmentasiid
dc.subject.keywordAnalisis Chi-Square Testid
dc.subject.keywordAnalisis Korespondensiid
dc.subject.keywordAnalisis Biplotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record