| dc.description.abstract | Pertengahan tahun 2008 merupakan awal teriadinya perubahan ekonomi di
selurwh dunia. Krisjs inj te[jadi pada saat teljadinya sndprz.me zporfg¢ge di Amerika
Serikat yang meoupahan a\ral teriadinya krisis keuangan drnia afau G/06¢/ Crisis
Fi.mar.jnd (GFC). Krisis global menghadapi tekanan yang berat dari krisis keunngan
Eropa setelah krisis keuangan Amerika Serikat pada per[engahan tahun 2008. Krisis
keuangan berawal dari defisit anggaran pemerintah yang semakin besar di Negara
kawarmi Eropa terutama Negara-negara lapisan pertama yaifu Yunani, Irlandia, dan
Prmgal. Senentan ffu lebamya defisi.t anggaran pemerirfuh diharmgf dengan rasi®
hutang per PDB yang menyehabkan kcmampuan mgmperoleh pembiayaan defisit
terbatas. Tidck berfungsinya kebijakan moneter dalam kawasan Euro, terbatasnya ruang
gerak fiskal, serta tidak terlihatnya upaya pemulihan, mendorong perlanbatan bahkan
penurunan perekonomian pada beberapa Negara kawasan Eropa.
Kedalaman krisis houangan Eropa yang menjndi krisis global dikhawatirkan
akan memberi dampak negatif yang besar terhadap perekonomian lndonesiaL Hingga
saat ini, perekononian Indonesia masih teriaga meskipun mengalani sedikit gejolak
pada sektor finasial. Kedalaman krisis pada jangka waktu pendek diperkirakan
mendorong aliran modal keluar besar-besaran terkalt dengan ketidakpercayaan pada
sistrm firrausial dunia. Krisis yang menyebabkan perlanhatan perckononiian di benun
tersebut rnemungkinkan akan mengakibatlGan beberapa eksportir Indonesia mengalami
gunca]gri terhadap keuangan mereka karena permintaan akan komoditas Udang
atanpun Turn menururL Oleh karen itu, krisis yang melanda di Eropa berkepapjangan
dikhawatirkan dapat mempengaruhi keadaan perekonomian di Indonesia. Berdasarkan
tatar belakang tersebut maka dinmuskan masalah apakah krisis Eropa mempengaruhi
ckspor Udang dan Tuna Indonesia ke Eropr? Fcktor-ffror ape raja yang
menpengrrwhj nihi ckspor Udang dan Tuna Indonesia ke Eropa? Apa implikasi dari
informasi yang dihasilhan bard produsen (ekspordr)?
Penelitian fnd berfujuan membndngkan Ekspor ke Eropa sebelum dan sesudrh
krisis, mendeshipsikan faktor-faktor yang teckait dengan nrfu ckspor Udang dan Tima
dan merumuskan masukkan strategi untuk produsen (eksportir) dalam antisipasi krisis.
Penelitian ini akan difokuskan kapada nilai ekspor ekspor ke Eropa dari
konditas ron-migrs pada sektor perihanan dengan kemoditi Udang dan lkan yang
menjadi tujuan Ekspor Indonesia ke beberapr Negara di Eropa dan beberapa peruschaan
yang bergerak pada ekspor udang beku dan ikan beku. Penelitian ini dibatasi pada aliran
perdagangan (ekspor), kemudian men9kaji perkembangan pasar ekspor Indonesia ke
beberapa Negara Eropa yang konsisten, setelah itu menelaah faktor-faktor yang
mempengaruhi aliran perdagangan Indonesia yang indikasinya tefpengaruh terhadap
krisis Eropa yang teriadi dan mengimplikasi pada kebijakan yang ahan diterapkan
secara umun. | |