Show simple item record

dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.authorKaswid
dc.date.accessioned2025-08-07T09:35:40Z
dc.date.available2025-08-07T09:35:40Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167014
dc.description.abstractTangerang Selatan merupakan kota otonom pertama di Provinsi Banten. Dalam melaksanckan otonomi tersebut Pemerintah Daerah perlu segera membangun dan mengembangkan kota wilayahnya dan salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam serta potensi-potensi lain yang dimilikinya. Pengembangan sektor pertanian di Tangerang Selatan dihadapkan pada masalah ketersediaan lahan. Luas lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan terus berkurang dan tersisa 30% dari 2.794.41 hektar luas lahan pertanian. Tanggal 13 Maret 2009 Pemerintah Daerah membentuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menyelamatkan dan mengembangkan pertanian, petemakan, dan perikanan dari alctivitas pembangunan kota serta menjaga ketahanan pangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Tangerang Selatan telah melakukan upaya untuk mengembangkan sektor pertanian tetapi belum maksimal. Kinerja para Kepala Seksi diindikasikan ikut mempengaruhinya karena memiliki tugas dan fungsi yang lebih spesifik dan berhadapan langsung dengan pelaku pertanian. Faktor yang diindikasikan telah mempengaruhi kinerja Kepala Seksi adalah kompeteusi. Salah satu upaya untuk mengubah kompetensi adalah melalui pelatihan. Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) kota Tangerang Selatan telah memberikan pendidikan jabatan maupun pelatihan teknis pekerjaan kepada para Kepala Seksi. 0leh karena itu, perlu diiakukan kajian yang mendalam untuk menganalisis pelatihan yang telah diikuti dan perlu dilakukan analisis khusus untuk mengetahui pelatihan-pelatihan yang sebenarnya masih dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi guna mencapai standar kinerja. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis persepsi Kepala Seksi terhadap pelatihan yang telah diikutL 2) menganalisis hubungan antara pelatihan dan kompetensi, 3) menganalisis hubungan antara kompetensi dan kinerja, dan 4) menganalisis pelatihan yang dibutuhkan oleh Kepala Seksi. Penelitian dilakukan di karitor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan pada Nopember sampai Desember 2012 dengan menggunakan metode deskriptif. Responden berjumlah 15 orang yang terdiri dari 1 1 Kepala Seksi dan empat Kepala Bidang. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder yang bersumber dari observasi, wawancara, dan kuesioner. Persepsi terhadap pelatihan, kompeteusi, dan kinerja dianalisis menggunakan teknik rataan skor. Hubungan antar variabel dianalisis dengan Rank Spearman. Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode TNA-T. Hasil analisis persepsi terhadap pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan yang diikuti telah melalui tchap analisis kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan tahap evaluasi dengan baik. Persepsi responden terhadap perubahan kompetensi dan kinerja menunjukkan adanya perubahan menjadi lebih baik. Hubungan antara pelatihan dan kompetensi berdasarkan korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan yang kuat dan tahap pelaksanaan pelatihan menjadi variabel yang memiliki hubungan yang paling kuat dengan kompetensi. Hubungan antara kompetensi setelah pelatihan dengan kinerja juga memiliki hubungan yang kuat. Sehingga semakin baik persepsi responden terhadap pelatihan yang dilaksanakan maka akan semakin baik pula persepsi mereka terhadap kompetensi dan kinerja. Analisis kebutuhan pelatihan bagi Kepala Seksi dilakukan dengan metode TNA-T (Training Need Assesment Tools). Kebutuhan pelatihan diketahui dari nilai kesenjangan (Gap) antara Kemampuan Kerja Pribadi (KKP) dengan Kemampuan Kerja Jabatan (KKJ). Hasil analisis kebutuhan pelatihan dengan metode TNA-T menunjukkan adanya deskripsi tugas yang membutuhkan pelatihan dan beragam. Deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi kepemimpinan dan bidang pekerjaan membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi di empat bidang yang ada yakni bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan pangan. Sedangkan deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi fleksibilitas membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi bidang Pertanian dan Perikanan. Serta deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi kerjasama membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi bidang Peternakan. Peringkat kebutuhan pelatihan untuk semua deskripsi tugas diketahui berada pada peringkat dibutuhkan tetapi tidak mendesak.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Kebutuhan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatanid
dc.subject.keywordPelatihanid
dc.subject.keywordKompetensiid
dc.subject.keywordKinerjaid
dc.subject.keywordKkp-Kkjid
dc.subject.keywordTna-T (Training Needs Assesment Tools)id
dc.subject.keywordKorelasi Rank Spearmanid
dc.subject.keywordUji Validitas Dan Reliabilitasid
dc.subject.keywordRataan Skorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record