Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorNurmalina, Rita
dc.contributor.authorAbdurrahim, Muhammad Fauzanul Hakim
dc.date.accessioned2025-08-07T09:35:38Z
dc.date.available2025-08-07T09:35:38Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167013
dc.description.abstractBalai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) adalah salah satu Unit Kerja riset dan pengembangan yang berbasiskan bioteknologi dari PT Riset Perkebunan Nasional (PT RPN). Tahun 2009 Lembaga Riset Perkebunan Indonesia bertransformasi menjadi PT RPN sesuai keputusan Menteri Pertanian melalui Surat Keputusan Nomor 199/TU.210/M/9/2009 tanggal 9 September 2009. Perubahan pada PT RPN tersebut berpengaruh terhadap mandat yang diberikan kepada BPBPI, dimana mandat yang pada awalnya hanya melakukan penelitian-penelitian dibidang bioteknologi tanaman perkebunan saja (sejak 1993), kemudian ditambah lagi harus memenuhi kebutuhan diri sendiri seperti kegiatan operasional yang berlangsung di BPBPI. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi keadaan keuangan BPBPI. Perhitungan surplus atau defisit keuangan BPBPI dari tahun 2008 sampai dengan 2010 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Tahun 2008 pendapatan BPBPI surplus sebanyak Rp 600.767.013 yang kemudian menurun pada tahun 2009 menjadi Rp 288.814.182. Tahun 2010 pendapatan dari APBN ditiadakan karena PT RPN telah dianggap mandiri dalam pembiayaan kegiatan operasional (telah menjadi perseroan), namun beberapa unit kerja dari PT RPN belum dapat sepenuhnya mandiri (salah satunya BPBPI). Hal tersebut menyebabkan pada tahun 2010 terjadinya defisit keuangan BPBPI sebesar Rp 1.277.641.757. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menentukan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi BPBPI dalam mencapai visi dan misinya, (2) Menyusun alternatif strategi untuk pengembangan di BPBPI, (3) Merumuskan prioritas strategi untuk pengembangan di BPBPI. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia yang berlokasi di Jalan Taman Kencana Nomor 1 Bogor. Penelitian dilakukan selama tujuh bulan yaitu dari Bulan Mei – Desember 2012. metode deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran informasi, penjelasan, dan kondisi yang berkaitan dengan obyek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan in-depth interview, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berbagai sumber yang relevan. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling). Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden yang bersangkutan memiliki keahlian dan kompeten di bidangnya. Responden yang akan dipilih terdiri dari delapan orang responden internal dan dua orang responden eksternal. Analisa faktor internal dan eksternal ini akan menghasilkan Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) serta posisi BPBPI saat ini dalam matriks Internal Eksternal (IE). Faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempertimbangkan posisi perusahaan dalam matrik IE dipergunakan untuk menyusun matriks SWOT BPBPI, selanjutnya alternatif strategi yang dihasilkan dari mariks SWOT akan ditentukan prioritas strategi pengembangannya menggunakan kombinasi AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SWOT (AWOT).
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Strategi Untuk Pengembangan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesiaid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordBpbpiid
dc.subject.keywordAwotid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordKombinasi Ahpid
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record