Analisis Sikap Konsumen Muslim Terhadap Asuransi Jiwa Syariah
Abstract
Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pasar terbesar di dunia untuk
produk asuransi jiwa syariah. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki populasi
penduduk muslim terbesar di dunia dengan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia
yang masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 6 % dari total jumlah penduduk.
Kondisi ini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang
dimana penetrasi asuransi jiwa sudah mencapai 340% dari total penduduk.
Asuransi jiwa syariah di Indonesia diharapkan untuk terus bertumbuh
dengan pesat. Beberapa faktor yang dapat memacu pertumbuhan asuransi jiwa
syariah di Indonesia adalah 1) pertumbuhan kelas menengah muslim di Indonesia
2) dorongan pemerintah melalui rancangan undang – undang (RUU)
perasuransian tentang aturanspin off atau pemisahan unit usaha asuransi syariah
terhadap induk usaha asuransinya.Hal ini mendorong perusahaan yang
menawarkan produk asuransi jiwa syariah untuk memiliki strategi pemasaran
yang tepat dalam rangka memenangkan kompetisi pasar muslim di Indonesia.
Strategi pemasaran dilakukan untuk membidik pelanggan dan persaingan
yang berubah. Dalam membidik pelanggan yang tepat, maka mempelajari perilaku
konsumen merupakan satu hal yang penting untuk dilakukan. Teori Perilaku
Terencana (Theory of Planned Behavior (TPB)) mengemukakan bahwa perilaku
terlebih dahulu dipengaruhi oleh minat (behavior intentions). Sedangkan minat
akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu sikap terhadap perilaku (attitude
toward behavior), norma subyektif (subjective norms),dan persepsi kontrol
perilaku (perceived behavior control).
Terdapat dua segmen responden di dalam penelitian ini. Segmen satu adalah
responden muslim yang belum memiliki asuransi jiwa individu, sedangkan
segmen dua adalah responden muslim yang sudah memiliki asuransi jiwa individu
tetapi konvensional.
Model Teori Perilaku Terencana diterapkan di dalam penelitian ini untuk
menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi seorang muslim untuk ikut serta
di dalam program asuransi jiwa syariah. Dengan menggunakan PLS-SEM
penelitian ini menemukan bahwa untuk segmen satu, variabel sikap terhadap
perilaku, norma subyektif dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan
terhadap niat. Di lain sisi, pengetahuan tentang prinsip prinsip asuransi syariah
juga berpengaruh terhadap niat. Indikator utama yang berpengaruh terhadap
persepsi kontrol perilaku adalah harga premi dan pendapatan, sedangkan indikator
utama yang berpengaruh terhadap norma subyektif adalah anjuran rekan di
komunitas, dan indikator utama yang berpengaruh terhadap sikap terhadap
perilaku adalah nilai agama. Dalam penyusunan strategi pemasaran, kemampuan
menciptakan produk yang terjangkau, komunikasi pemasaran yang tepat terkait
harga, pemasaran komunitas dan pesan yang mengandung nilai – nilai agama
harus menjadi strategi utama bagi perusahaan asuransi untuk masuk ke dalam
segmen ini.
Untuk segmen dua, penelitian ini menemukan bahwa sikap terhadap
perilaku, norma subyektif, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap niat, tetapi tidak demikian dengan pengetahuan responden tentang
prinsip prinsip asuransi syariah dimana hal ini tidak memberikan pengaruh
signifikan terhadap niat. Indikator utama yang berpengaruh terhadap sikap
terhadap perilaku adalah gaya hidup seorang muslim, indikator utama yang
berpengaruh terhadap norma subyektif adalah anjuran rekan di komunitas
sedangkan indikator utama yang berpengaruh terhadap persepsi kontrol perilaku
adalah kebutuhan hidup. Untuk segmen dua, strategi pemasaran yang harus
dilakukan adalah penggunaan nilai nilai Islam secara universal dan pemasaran
komunitas.
Collections
- MT - Business [4109]

