Show simple item record

dc.contributor.advisorJuanda, Bambang
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorWidyatami, Sarah
dc.date.accessioned2025-08-07T09:35:27Z
dc.date.available2025-08-07T09:35:27Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167007
dc.description.abstractKekuatan finansial, strategi produksi dan pemasaran masing-masing pelaku kemitraan perlu diketahui untuk mengukur sejauh mana kemitraan memberikan value bagi para pihak. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu melalui studi komparatif kemitraan, sehingga dapat dihasilkan keputusan untuk meneruskan atau mengganti model kemitraan yang telah berjalan dengan model kemitraan yang lebih sesuai. Kemitraan yang baik adalah kemitraan yang dapat memberikan hasil memadai bagi pelakunya (Ostrom 2005 dalam Pribadi et al. 2010). Hal tersebut merupakan tolok ukur keberhasilan kemitraan. Penelitian ini menilai kinerja kemitraan yang telah terjalin antara kelompok tani "Binawarga Tani" dengan perusahaan penggergajian UD Jaya Abadi, UD Dalfa Kamila, dan UD Putra Mandiri di Leuwisadeng Kabupaten Bogor. Data primer diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan kepada kelompok tani dan ketiga perusahaan penggergajian. Data sekunder diambil dari lembaga pemerintahan terkait, yaitu Dinas Pertanian dan Kehutanan UPT Leuwiliang, UPT Pengembangan Teknologi dan Peredaran Hasil Pertanian dan Kehutanan V Wilayah Leuwiliang, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Leuwiliang serta Kantor Kecamatan Leuwisadeng. Analisis deskriptif menghasilkan bahwa kemitraan antara kelompok tani "Binawarga Tani" dengan UD Jaya Abadi lebih memberikan hasil memadai bagi kedua pihak (mutual) dengan peningkatan nilai produksi dan penjualan yang lebih baik dibandingkan 2 kemitraan lainnya. UD Jaya Abadi juga telah memiliki strategi diversifikasi produk dan pemasaran yang tidak dimiliki oleh 2 perusahaan penggergajian mitra lainnya. Kemitraan berpengaruh terhadap nilai arus kas masuk serta mampu menghasilkan surplus kas bagi para pelaku kemitraan. Hal tersebut diperkuat dengan analisis statistik baliwa surplus kas kelompok tani dan ketiga perusahaan penggergajian sebelum dan setelah kemitraan berbeda nyata. Analisis titik impas menunjukkan kelompok tani telah mampu mencapai efisiensi usaha dengan kondisi pulang pokok yang semakin membaik setiap tahunnya. Kinerja kelompok tani dan mitra secara finansial membaik dengan nilai delta NPV sebesar Rp14.589.233, untuk kelompok tani, Rp88.599.757, untuk UD Jaya Abadi, Rp35.726.194, untuk UD Dalfa Kamila, dan Rp96.738.609,- untuk UD Putra Mandiri. Secara non finansial, kemitraan telah menciptakan sustainabiliņ usaha dengan adanya kepastian pasar dan pasokan bahan baku.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Kinerja Kemitraan Dagang Umum Komoditi Kayu Albasia Di Leuwisadeng Bogorid
dc.subject.keywordKelompok Taniid
dc.subject.keywordKemitraan Dagang Umumid
dc.subject.keywordKinerja Finansialid
dc.subject.keywordPerusahaan Penggergajianid
dc.subject.keywordNet Present Value (Npv)id
dc.subject.keywordInternal Rate Of Return (Irr)id
dc.subject.keywordBenefit/Cost Ratio (B/C Ratio)id
dc.subject.keywordAnalisis Statistikid
dc.subject.keywordUji Wilcoxon Matched-Pairs Signed-Rank Testid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record