| dc.description.abstract | Equestrian merupakan olahraga yang unik dan sangat berbeda dengan
kegiatan olahraga yang lain karena menggunakan kuda sebagai sarana atau alat
untuk berolahraga. Penunggang dituntut untuk mampu bekerjasama dan
memahami karakteristik hewan kuda dan memperlakukan kuda sebagai mitra,
bukan sekedar alat atau hewan tunggangan semata. Sikap dan perilaku atlet
memegang peranan penting dalam klub equestrian karena atlet menentukan
kualitas dan kelangsungan klub. Tingkat turnover atlet equestrian pada tahun
2012 mencapai 35% dibandingkan pada tahun 2010 dan 2011 yang hanya 25%
dan 30%, hal ini berarti terdapat perilaku atlet yang tidak loyal terhadap klubnya.
Sebanyak 35% atlet pernah berpindah klub dengan tujuan untuk mendapatkan
fasilitas, gaji, dan dorongan yang lebih tinggi daripada yang pernah didapat dari
klub sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik atlet
equestrian, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan dan
loyalitas atlet equestrian, menganalisis hubungan kepuasan terhadap loyalitas atlet
equestrian, dan merumuskan strategi peningkatan kepuasan dan loyalitas atlet
equestrian.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan survei.
Penelitian ini dilakukan di lima belas klub olahraga equestrian yang berada di
daerah Depok, Ciputat, Bogor, Jakarta dan Bandung. Penelitian telah dilaksanakan
selama dua bulan, dimulai dari bulan September 2012 sampai dengan November
2012; sedangkan pengolahan data, analisis, dan penulisan dilakukan dari bulan
Desember 2012 sampai dengan Januari 2013. Adapun tipe pengambilan sampel
yang digunakan adalah dengan cara metode sensus, sampel dalam penelitian ini
adalah seluruh atlet equestrian di lima belas klub yang semuanya berjumlah 115
orang. Kriteria responden adalah harus merupakan atlet senior yang berstatus
sebagai atlet di lima belas klub berkuda yang menjadi tempat penelitian.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji
validitas dan reliabilitas, dan analisis Structural Equation Modelling (SEM).
Analisis deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk menjelaskan data
responden yang meliputi demografi dan perilaku atlet. Uji validitas dan reliabilitas
dilakukan untuk memastikan instrumen penelitian sebagai alat ukur yang akurat
dan dapat dipercaya. Analisis SEM digunakan untuk melihat pengaruh dan tingkat
kepuasan atlet terhadap dimensi-dimensi pembentuknya.
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden yang
merupakan bagian dari sampel dalam penelitian ini. Hasil uji reliabilitas
menunjukkan bahwa nilai r-hitung adalah 0,9491. Nilai ini lebih besar dari r-tabel
yaitu 0,6. Artinya kuesioner dalam penelitian ini reliabel (akurat, dan konsisten).
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Pearson
product moment, seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid karena seluruh
variabel indikator yang diuji memiliki nilai diatas 0,361 untuk jumlah sampel
sebanyak 30 dengan tingkat kesalahan 5%.
Teori faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas kerja
menurut As’ad (1998) yang diterapkan dalam penelitian ini menghipotesiskan
adanya hubungan ataupun pengaruh terhadap kepuasan atlet dari sepuluh variabel
laten, yaitu prestasi, jaminan, gaji, manajemen klub, pelatih, dorongan, aspek
sosial, komunikasi, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
tiga variabel laten yang memiliki pengaruh dibawah 30% terhadap kepuasan atlet
yaitu dorongan (22,1%), gaji (17,6%), dan fasilitas (7,8%). Hal ini menunjukkan
bahwa kepuasan atlet equestrian terhadap tiga komponen tersebut masih sangat
rendah, komponen ini harus mendapatkan perhatian dari pihak klub equestrian
untuk dapat memuaskan atletnya pada tiga variabel laten tersebut sambil
meningkatkan kinerja dengan mempertahankan variabel laten lain dimana
responden sudah puas terhadap klub equestrian. Dimensi kepuasan memiliki
pengaruh terhadap loyalitas atlet secara signifikan. Semakin positif tingkat
kepuasan atlet terhadap klubnya maka akan semakin besar kemungkinan atlet
tersebut akan loyal terhadap klub yang dibelanya.
Berdasarkan hasil penelitian tentang kepuasan dan loyalitas atlet equestrian
terhadap klub, dapat disimpulkan bahwa karakteristik umum responden yang
merupakan atlet equestrian secara keseluruhan didominasi oleh atlet usia muda
yaitu 16-25 tahun, laki-laki, sudah menikah, penghasilan Rp.2.000.001-6.000.000
per bulan, insentif Rp.1.000.001-3.000.000 per bulan, berpendidikan SMA,
memiliki profesi sampingan sebagai wirausahawan, dan keluarga yang kecil.
Berdasarkan perilaku responden, dapat disimpulkan bahwa atlet yang menjadi
responden didominasi oleh atlet senior dengan pengalaman lebih dari 8 tahun,
pernah mengikuti kejuaraan equestrian >16 kali, belum pernah pindah klub
equestrian, frekuensi latihan rata-rata 3-5 kali per minggu, direkrut melalui faktor
lain seperti rekomendasi pelatih, keluarga, relasi, teman, dan kejuaraan
equestrian. Beberapa faktor yang memberikan kepuasan kepada atlet adalah
manajemen klub, prestasi, dan komunikasi. Beberapa faktor yang paling membuat
atlet tidak puas adalah fasilitas, gaji dan motivasi. Terdapat hubungan yang
signifikan antar kepuasan dan loyalitas. Terbukti bahwa kepuasan merupakan
komponen pembentuk loyalitas. Strategi peningkatan kepuasan dan loyalitas atlet
equestrian dituangkan dalam implikasi manajerial yang disarankan kepada pihak
pengelola klub dan pemerintah. | |