| dc.contributor.advisor | Priyarsono, Dominicus Savio | |
| dc.contributor.advisor | Jahroh, Siti | |
| dc.contributor.author | SIGIT, ARIEF MUHAMMAD | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-14T04:29:30Z | |
| dc.date.available | 2025-07-14T04:29:30Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164879 | |
| dc.description.abstract | Permintaan terhadap produk halal yang terus meningkat di Indonesia memberikan peluang besar bagi industri bioteknologi lokal untuk berperan aktif dalam penyediaan alat deteksi kehalalan. PT XYZ, yang selama ini fokus pada distribusi alat laboratorium, mengambil inisiatif untuk mengembangkan produk kit deteksi kehalalan berbasis real-time PCR. Penelitian ini dilakukan untuk merancang perencanaan investasi berbasis risiko yang tidak hanya mempertimbangkan kelayakan finansial, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko secara komprehensif. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama:
(1) mengembangkan model bisnis baru untuk produk kit deteksi kehalalan menggunakan pendekatan kanvas model bisnis, (2) menganalisis kelayakan finansial dari rencana investasi tersebut, dan (3) mengintegrasikan manajemen risiko berbasis NPV-at-Risk ke dalam proses pengambilan keputusan investasi.
Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, dari bulan Oktober 2023 hingga Maret 2024, dengan lokasi utama di PT XYZ, kota Depok, Jawa Barat. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima responden internal perusahaan yang memiliki keahlian di bidang manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, SDM, dan pengembangan produk. Pendekatan analisis yang digunakan mencakup gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan menyusun dan memvalidasi sembilan blok dalam kanvas model bisnis. Sementara analisis kuantitatif menggunakan indikator kelayakan investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Selain itu, pendekatan NPV-at-Risk diterapkan melalui simulasi Monte Carlo untuk menilai sensitivitas dan dampak risiko terhadap nilai investasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis baru PT XYZ dirancang ulang dengan pendekatan kanvas model bisnis yang lebih adaptif terhadap produk bioteknologi halal dengan menyesuaikan proposisi nilai, segmen pelanggan, saluran distribusi, dan struktur biaya yang relevan untuk mendukung produk deteksi kehalalan. Blok utama yang diperkuat meliputi segmen pelanggan industri makanan dan minuman bersertifikasi halal, proposisi nilai berupa kemampuan mendeteksi DNA babi secara cepat dan akurat, serta penguatan saluran distribusi melalui mitra lokal dan digital B2B. Model ini juga menekankan pentingnya kemitraan strategis, terutama dengan lembaga sertifikasi halal, laboratorium pengujian, dan pemasok bahan lokal guna meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan memperkuat rantai pasok.
Hasil analisis finansial juga menunjukkan bahwa proyek pengembangan kit pendeteksi kehalalan layak untuk dijalankan. NPV bernilai positif sebesar Rp8,4 miliar menunjukkan surplus bersih terhadap biaya modal yang diinvestasikan. IRR berada di atas tingkat diskonto sebesar 93,86% persen, mengindikasikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dari ekspektasi minimum. Sementara itu, waktu pengembalian modal (PP) diperkirakan tercapai dalam 2 tahun, yang berada dalam batas toleransi manajemen risiko perusahaan untuk proyek jangka
menengah. Hal ini menunjukkan bahwa secara ekonomi, investasi pengembangan produk kit deteksi kehalalan memberikan potensi keuntungan jangka panjang bagi PT XYZ.
Simulasi Monte Carlo terhadap 10.000 iterasi mengungkapkan bahwa dua faktor risiko paling berpengaruh terhadap nilai NPV adalah fluktuasi harga bahan baku impor dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Kedua variabel ini menunjukkan korelasi tinggi terhadap nilai NPV dalam skenario pesimistis. Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa penurunan 20% pada harga jual dapat menyebabkan NPV mendekati nol. Berdasarkan peta risiko, strategi mitigasi yang direkomendasikan antara lain adalah menjalin kontrak pembelian jangka panjang dengan pemasok lokal, melakukan lindung nilai terhadap risiko kurs, serta diversifikasi sumber bahan baku dari pemasok dalam negeri untuk memenuhi ambang batas TKDN. Model NPV-at-Risk mampu menangkap dampak kumulatif dari risiko-risiko tersebut dalam bentuk distribusi probabilitas NPV.
Implikasi dari penelitian ini cukup signifikan. Bagi PT XYZ, temuan ini memberikan peta jalan strategis untuk transformasi bisnis dari distributor menjadi produsen dengan pendekatan investasi berbasis risiko yang lebih adaptif dan realistis terhadap dinamika pasar serta regulasi pemerintah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi antara kanvas model bisnis, evaluasi kelayakan finansial, dan simulasi risiko berbasis Monte Carlo dapat menjadi kerangka analisis yang praktis dan aplikatif bagi perusahaan bioteknologi skala kecil hingga menengah di Indonesia. Lebih lanjut, studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dalam mendorong kebijakan fiskal dan regulasi industri halal yang berpihak pada penguatan produksi dalam negeri, terutama untuk produk- produk berbasis teknologi tinggi. | |
| dc.description.abstract | The increasing demand for halal products in Indonesia provides a great opportunity for the local biotechnology industry to play an active role in providing halal detection tools. PT XYZ, which has so far focused on distributing laboratory equipment, took the initiative to develop a halal detection kit product based on real- time PCR. This study was conducted to design a risk-based investment plan that not only considers financial feasibility but is also able to identify and manage risks comprehensively. This study has three main objectives: (1) developing a new business model for halal detection kit products using the business model canvas approach, (2) analyzing the financial feasibility of the investment plan, and (3) integrating NPV-at-Risk-based risk management into the investment decision- making process.
The study was conducted for six months, from October 2023 to March 2024, with the main location at PT XYZ, Depok city, West Java. Primary data was obtained through semi-structured interviews with five internal respondents from the company who have expertise in business management, marketing, finance, HR, and product development. The analysis approach used includes a combination of qualitative and quantitative methods. Qualitative analysis was conducted by compiling and validating nine blocks in the business model canvas. Meanwhile, quantitative analysis used investment feasibility indicators such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). In addition, the NPV-at-Risk approach was applied through Monte Carlo simulation to assess the sensitivity and impact of risk on investment value.
The results of the study showed that the new business model of PT XYZ was redesigned with a more adaptive business model canvas approach to halal biotechnology products by adjusting the value proposition, customer segments, distribution channels, and relevant cost structures to support halal detection products. The main blocks that were strengthened included the halal-certified food and beverage industry customer segment, the value proposition in the form of the ability to detect pig DNA quickly and accurately, and strengthening distribution channels through local and digital B2B partners. This model also emphasizes the importance of strategic partnerships, especially with halal certification institutions, testing laboratories, and local material suppliers to increase the value of the domestic component level (TKDN) and strengthen the supply chain.
The results of the financial analysis also showed that the halal detection kit development project was feasible. The positive NPV of IDR8.4 billion indicates a net surplus against the cost of capital invested. The IRR is above the discount rate of 93.86% percent, indicating a higher rate of return on investment than the minimum expectation. Meanwhile, the payback period (PP) is estimated to be achieved in 2 years, which is within the company's risk management tolerance limit for medium-term projects. This shows that economically, the investment in
developing a halal detection kit product provides potential long-term benefits for PT XYZ.
Monte Carlo simulation of 10,000 iterations revealed that the two most influential risk factors on the NPV value are fluctuations in imported raw material prices and volatility of the rupiah exchange rate against foreign currencies. These two variables show a high correlation to the NPV value in the pessimistic scenario. Sensitivity analysis also shows that a 20% decrease in the selling price can cause the NPV to approach zero. Based on the risk map, the recommended mitigation strategies include establishing long-term purchasing contracts with local suppliers, hedging against exchange rate risks, and diversifying sources of raw materials from domestic suppliers to meet the TKDN threshold. The NPV-at-Risk model is able to capture the cumulative impact of these risks in the form of a probability distribution of NPV.
The implications of this study are quite significant. For PT XYZ, these findings provide a strategic roadmap for business transformation from a distributor to a manufacturer with a more adaptive and realistic risk-based investment approach to market dynamics and government regulations. This study also shows that the integration of business model canvas, financial feasibility evaluation, and Monte Carlo-based risk simulation can be a practical and applicable analytical framework for small to medium-scale biotechnology companies in Indonesia. Furthermore, this study is expected to be a reference for policy makers in encouraging fiscal policies and halal industry regulations that favor strengthening domestic production, especially for high-tech products. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Perencanaan investasi berbasis risiko sektor bioteknologi: kasus bisnis produksi kit pendeteksi kehalalan | id |
| dc.title.alternative | Risk-based investment planning in biotechnology sector: a business case for the production of halal detection kits | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | kanvas model bisnis | id |
| dc.subject.keyword | simulasi Monte Carlo | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Risiko | id |
| dc.subject.keyword | NPV-at-Risk | id |
| dc.subject.keyword | Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) | id |
| dc.subject.keyword | Real- Time PCR | id |
| dc.subject.keyword | Industri Bioteknologi Indonesia | id |