| dc.description.abstract | Pertumbuhan komoditas pala turut mendorong kinerja ekspor tanaman perkebunan. Indonesia mengekspor biji pala utuh dan bubuk ke berbagai negara. Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2014–2023, dengan variabel seperti PDB riil per kapita negara tujuan, harga ekspor, nilai tukar riil, serta kebijakan Non-Tariff Measure (TBT dan SPS). Metode analisis meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), X-Model, dan regresi data panel. Hasil RCA menunjukkan daya saing pala Indonesia kuat di sembilan negara tujuan. Analisis EPD menempatkan pala utuh sebagai rising star di Pakistan, dan pala bubuk di Amerika Serikat, Inggris dan India sedangkan di negara lain cenderung mengalami penurunan. X-Model menunjukkan pala utuh optimis di Pakistan dan potensial di empat negara serta pala bubuk yang optimis di tiga negara dan potensial di dua negara. Secara signifikan, harga ekspor dan kebijakan SPS memengaruhi volume ekspor pala utuh, sementara harga ekspor menurunkan ekspor pala bubuk. | |