| dc.description.abstract | Kayu manis merupakan komoditas rempah unggulan Indonesia dengan permintaan global yang tinggi. Namun, daya saing ekspornya mendapat tekanan dari Vietnam, China, dan Sri Lanka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing, dinamika daya saing, dan posisi perdagangan kayu manis Indonesia selama periode 2013–2024. Data diperoleh dari International Trade Center dengan fokus pada empat negara eksportir utama yang menguasai lebih dari 80% pangsa pasar ekspor dunia. Metode yang digunakan mencakup Revealed Comparative Advantage (RCA), Dynamic RCA (DRCA), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif (RCA > 1), namun DRCA menunjukkan tren fluktuatif, dengan penurunan selama pandemi dan pemulihan yang belum sepenuhnya stabil. Vietnam menunjukkan pola daya saing yang lebih konsisten. ISP menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pengekspor bersih, tetapi belum optimal dalam penetrasi pasar bernilai tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi hilirisasi, peningkatan mutu produk, serta penguatan kebijakan ekspor untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. | |