Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.advisorUtami, Anisa Dwi
dc.contributor.authorMartiza, Nadhira Runa
dc.date.accessioned2025-06-25T07:51:48Z
dc.date.available2025-06-25T07:51:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163034
dc.description.abstractInklusi keuangan syariah berbasis regional yang dicerminkan melalui pembiayaan syariah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah melalui perluasan akses layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat inklusi keuangan syariah di setiap provinsi di Indonesia, serta faktor-faktor yang memengaruhi inklusi keuangan syariah pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan pembiayaan dalam keuangan syariah yang diperoleh dari OJK, BPS, dan KNEKS. Data dianalisis menggunakan metode Index Syariah Financial Inclusion (ISFI) dan analisis regresi data panel dari 34 provinsi di Indonesia periode waktu 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan syariah tahun 2022-2023 di setiap provinsi secara keseluruhan masih tergolong rendah, dengan nilai ISFI sebesar 0,16. Inklusi keuangan syariah setiap provinsi dipengaruhi positif signifikan oleh beberapa faktor yaitu jumlah penduduk, jumlah Lembaga Keuangan Syariah (LKS), indeks TIK, dan program pemerintah.
dc.description.abstractRegion based Islamic financial inclusion, as reflected through Islamic financing, can promote regional economic growth by expanding access to financial services that align with the needs of the local population. This study aims to analyze the level of Islamic financial inclusion across provinces in Indonesia, as well as the factors influencing regional government Islamic financial inclusion. The research utilizes secondary data on Islamic financial financing reports obtained from the OJK, BPS, and KNEKS. Data were analyzed using the Index Syariah Financial Inclusion (ISFI) method and panel data regression analysis covering 34 provinces in Indonesia during the 2022–2023 period. The findings indicate that the level of Islamic financial inclusion across provinces in 2022–2023 remains relatively low, with an average ISFI score of 0.16. Several factors significantly and positively influence Islamic financial inclusion at the provincial level, including population size, the number of Lembaga Keuangan Syariah (LKS), the TIK index, and government programs.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleInklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah dan Faktor yang Memengaruhinyaid
dc.title.alternativeIslamic Financial Inclusion of Regional Governments and Its Influencing Factors
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordpembiayaan syariahid
dc.subject.keywordbasis regionalid
dc.subject.keywordindex syariah financial inclusionid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record