Show simple item record

dc.contributor.advisorFarmayanti, Narni
dc.contributor.authorWindiaz, Rheafi Akhlanita
dc.date.accessioned2025-06-24T14:34:22Z
dc.date.available2025-06-24T14:34:22Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162916
dc.description.abstractKabupaten Blora memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah melalui sektor pertanian, terutama tanaman pangan. Namun, produktivitas pertanian mengalami penurunan akibat degradasi lahan yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Ketergantungan ini menurunkan kualitas tanah, menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara, dan mengurangi efisiensi produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berupaya memberikan solusi melalui program Gerakan Sejuta Kotak Umat (GESEKU), yang dirancang untuk mendorong petani beralih menggunakan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi petani terhadap pupuk organik di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis konjoin. Atribut yang diteliti meliputi bentuk fisik pupuk, bahan baku, peningkatan hasil produksi, dan manfaat lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani lebih menyukai pupuk organik padat berbahan dasar kotoran ternak, mampu meningkatkan produksi lebih dari 50% serta memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan. Atribut peningkatan produksi menjadi faktor paling berpengaruh dalam menentukan preferensi petani.
dc.description.abstractKabupaten Blora holds a strategic role in the regional economy through its agricultural sector, particularly in food crops. However, agricultural productivity has declined due to land degradation resulting from the excessive use of chemical fertilizers. This dependency has lowered soil quality, caused nutrient imbalances, and decreased production efficiency. To address these challenges, the Government of Kabupaten Blora introduced the Gerakan Sejuta Kotak Umat (GESEKU) program, aimed at encouraging farmers to shift to organic fertilizers. This study aims to analyze farmers’ preferences for organic fertilizers in Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, using a quantitative approach through conjoint analysis. The evaluated attributes include physical form, raw materials, yield improvement, and environmental benefits. The findings show that farmers prefer solid organic fertilizers made from livestock manure, which can increase yields by more than 50% and support environmental sustainability. Among the studied attributes, yield improvement is the most influential factor in determining farmers’ preferences.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePreferensi Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Bloraid
dc.title.alternativeFarmers' Preferences for the Use of Organic Fertilizers in Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordconjoint analysisid
dc.subject.keywordorganic fertilizerid
dc.subject.keywordfarmers preferencesid
dc.subject.keywordKabupaten Bloraid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record