Show simple item record

dc.contributor.advisorNawireja, Iman Kasiman
dc.contributor.authorRamadhan, Paru
dc.date.accessioned2025-06-10T09:45:42Z
dc.date.available2025-06-10T09:45:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162428
dc.description.abstractRevitalisasi pariwisata tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga memicu ketimpangan antar kelas sosial akibat perbedaan akses terhadap distribusi manfaatnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak revitalisasi pariwisata terhadap ketimpangan sosial masyarakat di Desa Adat Bayan, Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Korelasi Rank Spearman, koefisien Gini, dan kurva lorenz untuk melihat adanya ketimpangan sosial dalam masyarakat adat. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 30 responden dan dianalisis melalui reduksi, penyajian dan verifikasi. Hasil analisis koefisien Gini menunjukkan bahwa revitalisasi memperlebar kesenjangan sosial, kelompok kelas atas cenderung memperoleh manfaat lebih besar, sementara kelompok kelas bawah semakin terpinggirkan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok sosial masyarakat adat.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDampak Revitalisasi Pariwisata terhadap Ketimpangan Sosial Masyarakat Adat (Kasus: Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat).id
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkelas sosialid
dc.subject.keywordketimpanganid
dc.subject.keywordmasyarakat adatid
dc.subject.keywordpariwisataid
dc.subject.keywordNusa Tenggara Baratid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record