| dc.description.abstract | Revitalisasi pariwisata tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga memicu
ketimpangan antar kelas sosial akibat perbedaan akses terhadap distribusi
manfaatnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak revitalisasi pariwisata
terhadap ketimpangan sosial masyarakat di Desa Adat Bayan, Lombok Utara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif.
Data kuantitatif dianalisis menggunakan Korelasi Rank Spearman, koefisien Gini,
dan kurva lorenz untuk melihat adanya ketimpangan sosial dalam masyarakat adat.
Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 30
responden dan dianalisis melalui reduksi, penyajian dan verifikasi. Hasil analisis
koefisien Gini menunjukkan bahwa revitalisasi memperlebar kesenjangan sosial,
kelompok kelas atas cenderung memperoleh manfaat lebih besar, sementara
kelompok kelas bawah semakin terpinggirkan. Oleh karena itu, diperlukan
kebijakan yang lebih inklusif agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara merata
oleh seluruh kelompok sosial masyarakat adat. | |