| dc.description.abstract | Persaingan yang tajam antar transportasi pengangkutan menuntut setiap
perusahaan untuk memiliki strategi bersaing yang unggul dalam memenangkan
pasar. Perusahaan perlu menyiapkan suatu inisiatif strategik yang matang dan
mencakup seluruh aspek perusahaan sehingga mampu terintegrasi dan tidak
terpisah satu sama lain. Perencanaan strategik yang baik akan mendorong
perusahaan menuju keadaan optimal dalam menciptakan keunggulan bersaing.
Apabila suatu perusahaan tidak memiliki sistem penilaian kinerja maka akan
terjadi tarik menarik kepentingan. Tentu saja hal ini kurang ideal untuk
perkembangan perusahaan karena konflik yang terjadi di dalam perusahaan akan
menjadi bumerang dimasa mendatang.
Akan tetapi sampai saat ini PT. Mitra International Resources Tbk belum
memiliki sebuah sistem penilaian kinerja yang baku, sehingga perusahaan
mengalami kesulitan untuk menilai kinerjanya sendiri, untuk itu dibutuhkan
sebuah sistem penilaian kinerja yang menyeluruh, salah satu sistem penilaian
kinerja yang dapat digunakan adalah Balance Scorecard (BSC) Lingkungan bisnis
yang kompetitif mengharuskan PT. Mitra International Resources Tbk Cabang
Gunung Putri, Bogor untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan melakukan
suatu perencanaan strategik yang mencakup seluruh aspek perusahaan yang ada
sehingga mampu teritegrasi dan tidak terpisah satu sama lain. Salah satu metode
dalam penyusunan rencana strategik yang koheren, komprehensif, terukur dan
berimbang adalah dengan menggunakan sistem manajemen strategik berbasis
Balanced Scorecard (BSC). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengkaji
keadaan internal dan eksternal PT. Mitra International Resources Tbk Cabang
Gunung Putri, Bogor, (2) Merumuskan sasaran strategik dan indikator yang
digunakan PT. Mitra International Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor
berdasarkan pendekatan BSC, (3) Merancang metode pengukuran kinerja PT.
Mitra International Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor berdasarkan
pendekatan BSC.
Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan studi kasus pada PT. Mitra
International Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor dari bulan Januari
sampai dengan Agustus 2012. Data primer diperoleh melalui wawancara dan
penyebaran kuesioner terhadap 5 responden internal yang dianggap memahami
operasional perusahaan dengan baik, sedangkan data sekunder yang merupakan
publikasi umum diperoleh dari studi kepustakaan. Analisa deskriptif dilakukan
untuk menjabarkan visi, misi dan tujuan strategik perusahaan ke dalam empat
perspektif Balanced Scorecard.
Keunggulan dari BSC diantaranya menilai kinerja secara komprehensif
mulai dari keuangan, pemasaran, proses bisnis internal (operasional), dan
Manajemen sumber daya manusia (pembelajaran dan pertumbuhan) kemudian
sistem BSC ini memiliki koherensi antara satu perspektif dengan perspektif lainnya sehingga perusahaan dapat melihat hubungan sebab akibat dari fenomena
yang terjadi didalamnya.
Paired Comparison Analysis membantu dalam memecahkan masalah yang
relatif lebih penting daripada yang lainnya. Teknik ini berguna, ketika terdapat
data-data yang obyektif mengenai masalah yang sedang dihadapi. Analisis ini
memudahkan kita untuk memilih masalah yang paling penting untuk diselesaikan
atau memilih solusi yang memberikan keuntungan paling besar. Dalam
menggunakan teknik ini, bandingkan tiap pilihan yang ada dengan pilihan lain,
satu per satu. Untuk setiap perbandingan tentukan dua pilihan yang paling
penting. Lalu berikan skor yang menunjukkan seberapa penting pilihan tersebut.
Setelah itu, kita bisa menggabungkan semua perbandingan diatas sehingga tiap
pilihan memiliki derajat kepentingan.
Evaluasi yang dilakukan dari lingkungan internal menggunakan aspek
fungsional manajemen dan lingkungan eksternal menggunakan Five Force Porter
dan PEST. Setelah itu, didapatkan hasil evaluasi berupa kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman atau biasa disebut SWOT perusahaan. Kemudian SWOT ini
digabungkan menggunakan metode matrix SWOT. Penggabungan ini berupa
kekuatan dengan peluang, kekuatan dengan ancaman, kelemahan dengan peluang
dan kelemahan dengan ancaman. Penggabungan ini akan di dapat strategi
perusahaan. Strategi perusahaan yang didapat dari matrix SWOT dipilah untuk
mendapatkan sasaran strategis. Sasaran strategis yang telah didapat dimasukan
kedalam empat perspektif Balanced Scorecard yang terdiri dari perspektif
keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan. Ukuran hasil dan ukuran pemicu kerja didapat
dari cara perusahaan mencapai sasaran strategis. Hubungan sebab akibat dari
setiap sasaran strategik menghasilkan peta strategi PT. Mitra International
Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor. Setiap sasaran strategik memiliki
indikator kinerja hasil dan inisiatif strategi. Terakhir, dilakukan pembobotan dari
setiap perspektif dan ukuran hasil menggunakan model Paired Comparison.
Ukuran hasil yang digunakan dalam rancangan Balanced Scorecard PT. Mitra
International Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor.
Ukuran hasil yang digunakan dalam rancangan Balanced Scorecard PT.
Mitra International Resources Tbk Cabang Gunung Putri, Bogor antara lain hasil
pendapatan operasional, budget vs realisasi, meningkatnya keselamatan barang
cutomer, meningkatnya penghabisan order yang diterima, meningkatnya on time
delivery, meningkatnya jumlah pelanggan, menurunnya jumlah keluhan
pelanggan, menurunnya jumlah delivery order yang tidak terikirim, menurunnya
keterlambatan pengiriman, menurunnya jumlah armada tidak beroperasi, jumlah
armada dalam bengkel, tingkat kecelakaan armada, tingkat produktifitas armada,
indeks latar belakang pendidikan, tingkat Kecelakaan.
Sasaran strategik yang didapat dari penelitian ini antara lain perspektif
keuangan meliputi meningkatkan nilai laba dan menurunnya biaya operasional,
perspektif pelanggan meliputi meningkatnya kepuasan dan kepercayaan
pelanggan, meningkatkan KPI dan mengoptimalkan delivery order diluar semen,
perspektif proses bisnis internal meliputi Membuat sistem random delivery order
oleh komputer, GPS & Cheker dan Membuat sistem maintanance secara
komputerisas, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan meliputi Pemberian
pelatihan kepada karyawan dan Pemberian pembekalan kepada pengemudi.
Pengukuran bobot perspektif menunjukkan bahwa prspektif proses bisnis
internal memiliki bobot paling tinggi sebesar 38%, diikuti oleh perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan (28%), pelanggan (20%) dan financial (14%).
Nilai tersebut sesuai dengan visi dan misi PT. Mitra International Resources Tbk
Cabang Gunung Putri, Bogor serta menunjukkan pemahaman yang baik dari
manajemen akan peran ketiga perspektif lainnya untuk mencapai stabilitas
keuangan perusahaan. | |