| dc.description.abstract | Sikap kerap digunakan untuk menilai keefektifan kegiatan pemasaran. Sebuah kampanye iklan dirancang untuk menaikkan penjualan dengan meningkatkan sikap konsumen. Konsumen mendapatkan pengetahuan serta kepercayaan terhadap produk melalui iklan produk tersebut. Dengan adanya iklan, konsumen dapat merespon suatu iklan dengan sikap dan persepsi yang berbeda-beda. Sikap yang positif terhadap suatu merek tertentu dapat mendorong sang Ibu untuk melakukan pembelian. Perilaku pembelian suatu merek susu tertentu juga berawal dari persepsi konsumen terhadap susu. Persepsi dapat dipengaruhi oleh rangsangan primer dan sekunder, dimana rangsangan primer berasal dari produk susu itu sendiri dan rangsangan sekunder ditimbulkan oleh informasi tentang susu.
Berdasarkan ketentuan WHO (2003), asupan gula tambahan yang direkomendasikan disarankan tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi, untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Angka ini memberikan informasi bahwa jika dikonversikan ke Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia tahun 2004, maka untuk anak usia 1-3 tahun tidak disarankan mengkonsumsi lebih dari 25g gula tambahan per hari (setara 5 sendok teh) dan usia 4-6 tahun tidak melebihi 38g gula tambahan per hari (setara 8 sendok teh). Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan anak-anak, produk susu yang mengandung pemanis tambahan perlu dibatasi pengkonsumsiannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen bahwa saat ini susu pertumbuhan yang beredar mengandung banyak gula tambahan, menganalisis tingkat pengetahuan konsumen tentang bahaya atau akibat dari kelebihan gula tambahan, menganalisis sikap dan persepsi konsumen terhadap iklan televisi "Susu Pertumbuhan Tanpa Gula Tambahan" yang telah ditayangkan dan menganalisis hal-hal yang mempengaruhi niat membeli Ibu terhadap susu pertumbuhan tanpa gula tambahan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan survei dan wawancara mendalam dengan menggunakan kuesioner. Data dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian dideskripsikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada metode snowball sampling (dimana populasi yang diteliti sangat jarang dan sulit untuk mengetahui konsumen yang mengkonsumsi produk dengan kategori yang telah ditetapkan), dimana diperoleh sampel pertama yang memenuhi kriteria di daerah Pertukangan Utara Jakarta Selatan. Dilakukan kepada responden yang bersedia untuk diwawancarai dengan mengisi kuesioner. Penelitian analisis deskriptif, analisis Chi Square, analisis Thurstone, analisis Korespondensi, uji tanda, analisis Suharjo Split dan analisis regresi logistik.
Berdasarkan hasil analisis Chi-Square, TOM merek mempunyai keterkaitan dengan merek yang sering digunakan dan untuk demografi responden tidak mempunyai keterkaitan dengan merek yang sering digunakan. Berdasarkan analisis Thurstone, dua hal utama yang menjadi perhatian responden terhadap .....dst. | |