| dc.description.abstract | Dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham atau pemilik modal sendiri. Laba bersih ini sering disebut sebagai laba yang tersedia bagi pemegang saham. Kebijakan dividen menyangkut keputusan untuk membagikan laba atau menahannya untuk diinvestasikan kembali di dalam perusahaan. Kebijakan yang optimal pada suatu perusahaan adalah kebijakan yang menciptakan keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan di masa yang akan datang sehingga memaksimumkan harga saham.
Terdapat 3 teori yang menggambarkan tentang dividen. Teori pertama di perkenalkan oleh Mondigliani dan Miller yang menyatakan bahwa nilai saham perusahaan bergantung pada pendapatan yang di produksi dari aset perusahaan, bukan dari pendapatan yang dibagi antara dividen dan retained earnings. Selanjutnya teori yang diperkenalkan oleh Gordon dan Lintner (1963) yang disebut teori Bird in The Hand Theory yang menjelaskan bahwa investor menilai ekspektasi dividen lebih tinggi daripada nilai ekspektasi capital gain karena nilai dividen lebih kecil resikonya daripada nilai expected return. Teori ke tiga adalah Tax Preference Theory yang di perkenalkan oleh Brennan (1970). Teori ini mengatakan bahwa investor lebih cenderung ingin memiliki dividen yang rendah di bandingkan dividen besar karena pajak yang dikenakan untuk pembayan dividen lebih tinggi daripada pajak yang dikenakan pada capital gain.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja saham perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 periode 2005-2010 di Bursa efek Indonesia. Kinerja tersebut akan dibandingkan sebelum dan sesudahn ex-dividen date dengan menguji abnormal return yang signifikan pada periode pengamatan dengan menggunakan uji one sample trest. Selanjutnya juga digunakan uji paired simple t rest untuk melihat perbedaan cumulative abnormal rerun sebelum dan sesudah kejadian ex-dividen. Pada penelitian ini sampel juga akan di bagi kedalam dua kelompok penelitian yang pertama ada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam kelompok Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kelompok selanjutnya adalah perusahaan yang tergabung dalam kelompok Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).
Penelitian ini menggunakan metode Event study yang merupakan alat analisa yang digunakan untuk mengetahui apakah terjadi reaksi signifikan terhadap ex-dividen yang dihipotesakan, sehingga dapat mempengaruhi harga saham. Dalam event study waktu pengamatan terbagi kedalam 2 periode, yaitu periode pengamatan dan periode estmiasi. Periode estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 hari dan periode pengamatan yang digunakan adalah 21 hari. Metode perhitungan abnormal return yang digunakan adalah market model. Pada metode ini, Expected return menggunakan model yang diperoleh dari regresi return saham dengan market return pada periode peristiwa. Selanjutnya akan diuji signifikansi dari abnormal return dengan menggunakan uji one simple t test dan juga dilakukan paired simple t test untuk melihat ada tidaknya perbedaan
abnormal return sebelum dan setelah ex-dividen.
Hasil pengujian statistik deskriptif pada abnormal return nilai standard
deviasi abnormal return sebelum ex-dividen adalah sebesar 0,003419799 dan nilai
standard deviasi setelah ex-dividen adalah sebesar 0,003615313 perubahan nilai
standard deviasi tersebut menunjukan setelah terjadinya peristiwa terdapat
perubahan resiko yang di tunjukan dengan nilai standar deviasi yang berubah.
Selanjutnya berdasarkan pengujian statistik deskriptif nilai rata-rata Cumulative
Average Abnormal Return (CAAR) pada periode sebelum event date adalah -
0,022% sedangkan rata-rata CAAR setelah event date adalah sebesar – 0,033%.
Sehingga, jika investor memutuskan menahan saham dari periode H-10 hingga H1 maka investor akan kehilangan kesejahteraan sebesar 0,022% dari nilai
investasinya. Sedangkan jika investor memutuskan menahan saham dari periode
H+1 hingga H+10 maka investor akan kehilangan kesejahteraan 0,033% dari nilai
investasinya.Selanjutnya dilakukan uji t dengan one simple t test untuk melihat
signifikansi nilai abnormal return. Hasil pengujian tersebut menunjukan bahwa
terdapat nilai abnormal return positif yang signifikan pada H-2 Terdapatnya
Abnormal Return disekitar hari ex-dividen menandakan bahwa peristiwa exdividen date memiliki kandungan informasi yang diterima oleh pasar.
Signifikansi yang terjadi pada uji one simple t test tersebut mendukung
dividen signaling theory yang menggambarkan bahwa aksi korporasi cash dividen
akan memberikan signal kepada investor yang mencerminkan keadaan perusahaan
Pada penelitian ini Average Abnormal Return memiliki nilai positif sehingga
menunjukan bahwa aksi korporasi ex-dividen memberikan informasi yang positif
pada pasar. Selanjutnya dilakukan uji paired simple t test pada Abnormal Return
dan hasilnya menunjukan bawa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat
return sebelum dan sesudah ex-dividen.Uji Paired simple t tetst juga dilakukan
pada nilai Cumulative Abnormal Return yang hasilnya menunjukan tidak ada
perbedaan rata-rata CAAR setelah peristiwa dan sebelum peristiwa. Hal tersebut
berarti setelah ex-dividen tidak ada lagi informasi yang dapat di manfaatkan oleh
investor.
Pengelompokan perusahaan BUMN dan BUMS yang termasuk dalam LQ
45 pada tahun 2005-2010 dilakukan dalam penelitian ini. Perusahaan yang
tergabung dalam kelompok BUMN adalah Aneka Tambang Tbk, Bank Rakyat
Indonesia Tbk, Bank Mandiri Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, Tambang
Batubara Bukit Asam Tbk, Telekomunikasi Indonesia Tbk. Uji-t yang dilakukan
pada seluruh emiten BUMN yang tergabung dalam LQ45 pada periode
pengamatan menunjukkan bahwa AR yang diterima tidak siginifikan. Nilai
Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) emiten BUMN terendah terjadi
pada ex-dividen date dan nilai CAAR tertinggi terjadi pada H-1. Selanjutnya
dilakukan pengujian paired simple t test pada abnormal retun BUMN dan juga
Cumulative abnormal return. Hasil signifikansi 2 tailed nya menujukan nilai di
atas 0,05 hal tersebut berarti tidak terdapat perbedaan rata-rata AR dan CAAR
pada perusahaan BUMN. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada perusahaan
BUMN peristiwa ex-dividen tidak mengandung informasi yang dapat di
manfaatkan oleh investor.
Kelompok perusahaan selajutnya adalah perusahaan yang tergabung dalam
Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS. Pada kelompok ini dilakukan uji one
simple t test untuk melihat signifikansi dari nilai abnormal return. Hasilnya
menunjukan terdapat nilai yang signifikan pada H-2 Terdapatnya Abnormal
Return disekitar hari ex-dividen menandakan bahwa peristiwa ex-dividen memiliki
kandungan informasi bagi pasar. Selanjutnya dilakukan uji t berpasangan pada
abnormal Return dan cumulative abnormal return dengan uji paired simple t test.
Hasilnya menunjukan tidak ada beda rata-rata sebelum dan sesudah peristiwa exdividen pada perusahaan BUMS.
Implikasi manajerial yang dapat diberikan untuk investor adalah Dalam
melakukan keputusan investasi di pasar modal, investor perlu memperhatikan
perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi cash dividen serta tanggal exdividen date karena secara statistik terbukti bahwa ex-dividen mengandung
informasi dan investor dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk
mendapatkan keuntungan. Investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan
BUMN dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini yang berdasarkan pada
perhitungan one simple test menyatakan bahwa tidak terjadi CAAR yang
signifikan di seluruh periode pengamatan. Hal ini berati ex-dividen secara statistik
tidak mengandung informasi yang signifikan pada perusahaan BUMN. Sedangkan
pada perusahaan BUMS one simple t test menunjukan hasil yang signifikan pada
H-2, hal tersebut mengindikasikan bahwa pada perusahaan BUMS ada informasi
yang bisa di manfaatkan oleh investor untuk mendapatkan Abnormal Return.
Implikasi manajerial yang dapat di berikan untuk emiten adalah berdasarkan
signifikansi yang terjadi pada uji one simple t test pada perusahaan yang
tergabung dalam LQ 45 periode 2005-2010 hasilnya mendukung dividen
signaling theory yaitu dividen sebagai isyarat yang mempunyai kandungan informasi
atau sinyal yang dapat mempengaruhi investor dalam melakukan investasi di pasar
modal juga menggambarkan bahwa aksi korporasi cash dividen akan memberikan
signal kepada investor yang mencerminkan keadaan perusahaan.
Kesimpulan pada penelitian ini engujian statistik seluruh sampel emiten
yang melakukan cash dividen dengan event date yang diteliti adalah ex-dividen
menghasilkan kesimpulan yang menyatakan bahwa ex-dividen date menyebabkan
terjadinya abnormal return pada periode pengamatan (AR≠0). Selanjutnya hasil
pengujian abnormal return pada perusahaan BUMN selama periode 2005 – 2010
mennggambarkan bahwa tidak adanya signifikansi sepanjang periode pengamatan
hal tersebut mengindikasikan bahwa peristiwa ex-dividen tidak menggandung
informasi sedangkan pada perusahaan BUMS signifikansi | |