Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.advisorTanopruwito, Djoni
dc.contributor.authorAstuti, Mia Widhi
dc.date.accessioned2025-06-05T08:51:29Z
dc.date.available2025-06-05T08:51:29Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162333
dc.description.abstractPerkembangan arus informasi dan teknologi serta transportasi yang cepat dalam era globalisasi saat ini telah menjadikan persaingan usaha menjadi semakin ketat termasuk industri perbankan. Selain itu, perbankan merupakan salah satu bagian dari sektor keuangan strategis yang menopang perekonomian Indonesia dimana memiliki peranan dalam menciptakan kestabilan harga dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan menyokong sektor riil. Mengingat pentingnya peran perbankan tersebut, maka perbankan dituntut agar manipu tumbuh dan memiliki daya saing, salah satunya melalui strategi keuangan perusahaan. Weston dan Brigham (1994) menyebutkan bahwa salah satu keputusan penting manajer keuangan agar tetap berdaya saing dalam jangka panjang adalah keputusan mengenai struktur modal. Struktur modal menjadi penting karena berpengaruh terhadap posisi finansial dan risiko perusahaan Struktur modal pada lembaga keuangan dan bank merupakan determinasi dari biaya keagenan (agency cost) dari sektor keuangan dalam perekonomian (Siddiqul dan Shoaib, 2011). Menurut Pratomo (2007), bank memiliki potensi biaya agensi yang tinggi karena bank memiliki akses terhadap private information yang berhubungan dengan para nasabahnya. Biaya keagenan dapat diminimalisis dengan meningkatkan kinerja keuangan bank melalui keputusan struktur modal yang tepat karena memurut Pranomo (2011), pada prinsipnya struktur modal yang digunakan oleh suatu perusahaan sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan struktur modal dan kinerja keuangan serta pengaruh antara struktur modal terhadap kinerja keuangan yang dilakukan oleh perbankan yang terdaftar di BEI periode 2005-2010. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan perbankan yang tercatat di BEI selama periode 2005-2010 dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan ekonometrik. Perbankan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 bank sehingga terdapat 120 titik pengamatan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan software Eview 7. Penelitian ini menggunakan variabel ROA, ROE dan TOBINS'Q sebagai variabel terikat (dependen) yang mewakili kinerja keuangan perbankan dan variabel equity-asset ratio (ECAP), Earning risk (SDROE), SIZE (ukuran perusahaan berdasarkan kepemilikan aset), dan total loan terhadap total asset (LOAN) sebagai variabel bebas (independen). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa struktur modal perbankan yang terdaftar di BEI dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 lebih banyak didanai dari hutang dibandingkan ekuitas. Sebagian besar hutang yang digunakan oleh bank merupakan dana yang berasal dari simpanan nasabah (deposito) yang juga merupakan dana pihak ketiga (DPK). Deposito yang digunakan tersebut merupakan dana simpanan nasabah yang berasal dari nasabah individu, corporate....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada Perbankan) Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2010)id
dc.subject.keywordStruktur Modalid
dc.subject.keywordKinerja Keuanganid
dc.subject.keywordRoeid
dc.subject.keywordPerbankanid
dc.subject.keywordTobins'Qid
dc.subject.keywordRegresi Data Panelid
dc.subject.keywordLevarege: Equity-Capital Ratio (Ecap)id
dc.subject.keywordVariabel Independen-Dependenid
dc.subject.keywordEarning Risk (Sdroe)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record