| dc.description.abstract | Salah satu alasan investor melakukan investasi dalam saham yaitu menginginkan return yang tinggi. Di samping memperoleh return, investor juga menghadapi risiko (risk return rade-off). Untuk mengetahui risiko tersebut maka dapat dilihat dari volatilitas harga saham.
Pada umumnya, data keuangan memiliki volatilitas yang tidak simetris atau asymmetric volatility. Volatilitas asimetris mengandung arti bahwa bahwa informasi negatif memberikan dampak volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan informasi positif dengan magnitude yang sama.
Penelitian terhadap adanya volatilitas asimetris sebelumnya pernah dilakukan oleh beberapa peneliti, seperti Engle dan Ng (1993), Brailsford dan Faff (1993), Chiang dan Doong (2001), Kurniawan (2004), Leeves (2007), Kurniawan (2008), Ederington dan Guan (2010) serta Talpsepp dan Rieger (2010). Atas dasar beberapa penelitian tersebut, mendorong penulis untuk juga melihat apakah volatilitas asimetris juga terjadi pada pasar modal Indonesia. Untuk memperkaya analisis, maka dilakukan perbandingan antara IHSG, JII, dan Indeks Dow Jones Indonesia (DJI) yang meliputi Indeks DJI Large Cap, Indeks DJI Middle Cap, dan Indeks DJI Small Cap.
Berdasarkan hasil penelitian Anton yang meneliti data indeks harga saham penutupan harian (closing price) indeks harga saham LQ 45 periode 2003-2004, diketahui bahwa pasar modal Indonesia termasuk pasar bentuk lemah. Untuk mengetahui apakah efisiensi pasar modal bentuk lemah juga terjadi pada indeks harga saham lainnya pada Bursa Efek Indonesia maka pada penelitian kali ini juga perlu dilakukan analisis mengenai efisiensi pasar modal bentuk lemah (weak form efficiency capital marker) pada IHSG, JII, Indeks DJI Large Cap, Indeks DJI Middle Cap, dan Indeks DJI Small Cap.
Sementara itu, Talpsepp dan Rieger (2010) yang meneliti 49 negara di dunia termasuk Indonesia, menyimpulkan dalam penelitian mereka bahwa faktor GDP per kapita, Stock Market Participation, Analyst Coverage dan short selling mempengaruhi volatilitas asimetris. Berkaitan dengan hal tersebut maka pada penelitian kali ini juga akan dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas asimetris pada Bursa Efek Indonesia,
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka terdapat permasalahan yang akan dikaji pada penelitian kali ini yaitu: (1) apakah terdapat volatilitas asimetris pada IHSG, JII dan Indeks DJI Large Cap, Indeks DJI Middle Cap, dan Indeks DJI Small Cap?, (2) model apa yang terbaik yang mampu menjelaskan volatilitas asimetris pada IHSG, JII, Indeks DJI Large Cap, Indeks DJI Middle Cap, dan Indeks DJI Small Cap?, (3) apakah efisiensi pasar modal pada Bursa Efek Indonesia adalah berbentuk lemah (weak form capitol marker efficiency)?, dan (4) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi volatilitas asimetris pada Bursa Efek Indonesia? Tujuan penelitiannya adalah untuk: (1) mengkaji volatilitas asimetris pada IHSG, JII, Indeks DJI Large Cap, Indeks DJI Middle Cap, dan Indeks DJI Small Cap, (2) menentukan model yang terbaik dalam menjelaskan volatilitas....dst. | |