| dc.description.abstract | Sektor energi dan pertambangan merupakan sektor yang sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan negara. Tahun 2010, sektor energi dan pertambangan berkontribusi sebesar Rp 288,5 Triliun. (www.detikfinance.com) Sektor ini senantiasa terus berkembang sejalan dengan perkembangan sektor-sektor lain yang sangat memerlukan energi. Rata-rata pertumbuhan energi untuk skala nasional untuk periode 2002-2025 mencapai 8,4% pertahun. (http://www.esdm.go.id). Sektor energi dan pertambangan energi sangat vital juga bagi sektor-sektor lain yakni menjadi tulang punggung bagi sektor-sektor lain. Sektor-sektor lain seakan-akan tidak berdaya terhadap sektor energi, padahal sejatinya antar sektor satu dengan sektor yang lain saling ketergantungan.
Vitalnya dan "manisnya" prospek sektor energi dan pertambangan energi ke depan menjadi sektor yang menarik untuk diteliti dalam sisi pendanaannya, khususnya pendanaan melalui pasar modal. Naik turunnya nilai saham tidak hanya bergantung dari nilai asset yang dimiliki, laba yang diperoleh ataupun kinerja perusahaan. Namun menurut Cheng (1997) dalam Thobrarry (2009) dikatakan bahwa investasi di pasar modal dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan dari analisis teknikal atau analisis fundamental.
Terkait hal diatas, Bodie dkk (2008) menyatakan bahwa ada beberapa variabel makroekonomi yang bisa digunakan oleh para analis yang hendak melakukan investasi untuk menilai kondisi ekonomi makro, menurut mereka variabel-variabel ekonomi makro tersebut adalah GDP, employment, inflation, interest rate, exchange rates, current account, dan budget deficit. Arbitrage Pricing Theory (APT) adalah terori untuk melihat hubungan return dan resiko menggunakan beberapa variabel pengukur risiko atau dengan kata lain APT tidak menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pricing (Tandelin dalam Fuadi, 2009).
Oleh sebab itu, penelitian ini akan mencoba merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan bagaimanakah pengaruh variabel makro ekonomi (Industrial Production Index, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi), variabel pasar modal (IHSG) dan variabel karakteristik sektor energi dan pertambangan energi (harga minyak dunia) terhadap return saham-saham energi dan pertambangan energi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode pengamatan Januari 2008 hingga Desember 2010.
Mengacu pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Menganalisis dan mengukur pengaruh variabel makro ekonomi (Industrial Production Index, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi), variabel pasar modal (IHSG) dan variabel karakteristik sektor energi (harga minyak mentah dunia) terhadap return saham-saham energi dan pertambangan energi pada Bursa Efek Indonesia.
2. Menyusun Implikasi Manajerial bagi perekonomian domestik atas pengaruh variabel makro ekonomi (Industrial Production Index, nilai tukar rupiah, suku....dst. | |