| dc.description.abstract | Salah satu sektor agroindustri yang berkembang pesat di Indonesia pada saat ini adalah industri pulp dan kertas. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini, pertama produk pulp dan kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dollar, kedua komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30% dan terakhir produk pulp dan kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri. Sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia, industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara. Industri pulp mendapat perhatian yang sangat serius karena keberadaannya sangat terkait dengan sumber bahan baku kayu yangberasal dari alam. Ketidakseimbangan ketersediaan bahan baku kayu dengan kapasitas terpasang merupakan masalah yang akan berpengaruh sangat besar terhadap pengembangan PT. Kertas Nusantara.
PT. Kertas Nusantara mempunyai kapasitas produksi terpasang sebesar 525.000 ton per tahun, tetapi hanya mampu memproduksi pulp sebanyak 300.000 ton per tahun. Untuk memenuhi kapasitas produksi terpasang dibutuhkan bahan baku kayu akasia 2.625.000 m3. Sedangkan kayu akasia yang dimiliki PT. Kertas Nusantara hanya 1.500.000 m3. Keterbatasan bahan baku kayu akasia ini memerlukan penanganan dengan mencari solusi yang tepat. Sehubungan dengan hal tersebut untuk menhamin keberlangsunga hidup PT. Kertas Nusantara dimasa yang akan datang dan menjadikannya sebagai pemimpin pasar yang mampu mengekspor 80-85% produknya ke luar negeri, maka PT. Kertas Nusantara perlu mengevaluasi, membenahi, merumuskan Strategi Pengembangan PT. Kertas Nusantara yang telah dijalankan ke arah yang lebih baik. Adalah yang teridentifikasi dalam pengembangan PT. Kertas Nusantara antara lain adalah, keterbatasan bahan baku kayu akasia yang mengakibatkan produksi dibawah kapasitas produksi terpasang, yaitu produksi per tahun hanya 300.000 ton sedangkan kapasitas produksi terpasang adalah 525.000 ton per tahun. Hal ini menyebabkan pemborosan biaya produksi karena untuk memproduksi 300.000 ton dengan 525.000 ton membutuhkan biaya yang sama. Sehingga jika hanya memproduksi 300.000 ton menyebabkan biaya produksi mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan PT. Kertas Nusantara, merumuskan alternative strategi pengembangan PT. Kertas Nusantara, dan menentukan strategi yang paling tepat untuk pengembangan PT. kertas Nusantara,
Penelitian dilakukan di PT. Kertas Nusantara, Menara Bidakara Lantai 9, Jalan Jend. Gtot Subroto Kav 71-73 Jakarta Selatan dan di site PT. Kertas Nusantara, Mangkajang, Kabuapaten Berau, Kalimantan Timur dari bulan April-Juni 2011.
Dari hasil Focuss Group Discussion Tahap 1 diperoleh faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan PT. Kertas Nusantara terdiri dari Faktor Kekuatan dari dalam, yang meliputi kemampuan memperoleh pendapatan melalui penjualan, kegiatan pemasaran melalui agen, sumber daya manusia, penguasaan terhadap teknologi dan pengolahan limbah, kualitas produk. Faktor kekuatan dari luar, yang meliputi; keuntungan yang tinggi karena bebas pajak, permintan luar negeri akan pulp semakin tinggi, peluang mendapatkan modal kerja dan investasi tambahan dari investor asing, memiliki pangsa pasar tersendiri di luar negeri. .....dst. | |