Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjo, Budi
dc.contributor.advisorDjamaludin, Md
dc.contributor.authorParamita, Annisa
dc.date.accessioned2025-06-05T08:51:13Z
dc.date.available2025-06-05T08:51:13Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162321
dc.description.abstractKebutuhan konsumen terhadap minuman siap minum atau dikenal juga dengan istilah ready to drink (RTD) meningkat seiring dengan adanya pergeseran fungsi minuman, adanya perubahan gaya hidup, meningkatnya kebutuhan akan tambahan nutrisi atau suplemen serta keinginan konsumen yang serba cepat dan praktis. Pada sebagian besar masyarakat perkotaan yang mempunyai banyak aktivitas serta waktu yang sedikit menyebabkan perubahan pola konsumsi produk minuman yang praktis menjadi suatu keharusan, selain untuk kepraktisan juga untuk mendapatkan manfaat yang diberikan dari suatu produk minuman. Banyaknya produk RID yang beredar di pasaran dengan berbagai kategori dan merek yang berbeda, tentunya memberikan ragam pilihan bagi konsumen dalam menikmati aneka produk RTD. Adanya preferensi tersebut menyebabkan konsumen mempunyai pertimbangan dalam memilih suatu produk RTD. Dalam memenuhi kebutuhannya terhadap RID, konsumen menyesuaikannya dengan manfaat, waktu konsumsi atau aktivitas yang sedang dilakukannya. Melihat fenomena di atas, peneliti tertarik untuk meneliti preferensi konsumen terhadap minuman siap minum (RTD) yang dikaitkan dengan perbedaan aktivitas, waktu serta manfaat yang diinginkan. Berdasarkan analisis preferensi yang telah dilakukan, selanjutnya peneliti akan memetakan preferensi konsumen terhadap minuman siap minum (RTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen minuman siap minum (Ready To Drink) di Kota Depok, menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk minuman siap minum (Ready To Drink) untuk memenuhi kebutuhannya, dan memetakan preferensi konsumen terhadap minuman siap minum (Ready To Drink). Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan survei dan wawancara mendalam dengan menggunakan kuesioner. Data dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian dideskripsikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada metode multistage random sampling (pengambilan sampel secara bertingkat, baik bertingkat dua maupun lebih) yang melibatkan cluster random sampling, simple random sampling, systematic random sampling, dan convenience sampling bagi responden yang bersedia untuk diwawancarai dengan mengisi kuesioner. Penelitian analisis deskriptif, analisis Chí Square, analisis Thurstone dan analisis Korespondensi Berdasarkan analisis deskriptif, diketahui bahwa sebagian besar konsumen RTD berusia 16 s/d 45 tahun yang berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa dan pegawai. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli RTD setiap bulan sebesar Rp 40.000 s/d Rp 60.000. Selanjutnya setelah dianalisis dengan menggunakan analisis Chi Square, diketahui bahwa faktor demografi yang mempunyai keterkaitan dalam pemilihan produk RTD adalah usia dan jenis pekerjaan responden (P<0,05). Cara pembelian RTD tidak selalu dilakukan dengan perencanaan terlebih dahulu. Dalam pembeliannya, responden melihat produk berdasarkan kepentingan atribut yang diuji dengan analisis Thurstone. Berdasarkan analisis kepentingan atribut, diketahui bahwa atribut rasa menjadi prioritas utama responden dalam memilih RTD. Selanjutnya atribut kedua yang menjadi prioritas responden dalam memilih RTD adalah aman dikonsumsi, diikuti oleh atribut merek, manfaat, harga, kemudahan memperoleh, kemasan dan iklan. Selain atribut produk, atribut lain seperti aktivitas, waktu konsumsi, dan kebutuhan atau manfaat juga mempengaruhi responden dalam pemilihan RTD. Alasan utama responden mengkonsumsi RTD adalah untuk kesegaran dan menghilangkan rasa haus, dimana dalam pemilihannya dipengaruihi oleh aktivtas dan waktu konsumsi. Kategori AMDK, teh siap minum, minuman bersoda, minuman sari buah, minuman isotonik dan susu siap minum merupakan kategori minuman siap minum yang berpeluang untuk dikonsumsi pada saat melakukan aktivitas apa pun, tetapi masing-masing kategori mempunyai peluang yang berbeda. Ada beberapa kategori minuman siap minum yang berpeluang cukup besar untuk dikonsumsi tanpa batasan waktu (konsumsi 24 jam), diantaranya adalah AMDK, teh siap minum, minuman sari buah, minuman isotonik, dan susu siap minum. Sedangkan untuk kategori kopi siap minum dan minuman energi, masing-masing mempunyai peluang yang kecil untuk dikonsumsi pada aktivitas dan waktu yang diteliti.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titlePeta Preferensi Konsumen Terhadap Minuman Siap Minum (Ready To Drink)id
dc.subject.keywordPreferensi Konsumenid
dc.subject.keywordPeta Preferensi Konsumenid
dc.subject.keywordMinuman Siap Minum (Ready To Drink)id
dc.subject.keywordAnalisis Thurstoneid
dc.subject.keywordAnalisis Korespondensiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record