Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorFadhilah, Ansoriyah
dc.date.accessioned2025-06-05T07:17:42Z
dc.date.available2025-06-05T07:17:42Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162286
dc.description.abstractSektor pertambangan merupakan salah satu penopang pembangunan ekonomi karena perannya sebagai penyedia sumber daya energi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Potensi alam Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral serta dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif menunjukkan terbukanya peluang pertumbuhan perusahaan yang bergerak pada sektor tersebut. Namun, sifat dan karakteristik industri pertambangan yang memerlukan biaya investasi yang sangat besar (padat modal), berjangka panjang, sarat risiko, dan adanya ketidakpastian yang tinggi, menjadikan masalah pendanaan/permodalan sebagai isu utama terkait dengan pengembangan perusahaan, terutama pada perusahaan publik. Gitman (2009) mengungkapkan bahwa modal perusahaan terdiri dari dua komponen, yaitu modal utang (debt capital) dan modal ekuitas (equity capital). Struktur modal merupakan kombinasi yang spesifik antara modal utang dan modal ekuitas yang digunakan perusahaan dalam membiayai perusahaannya. Ross, Westerfield, dan Jordan (2008) mengatakan bahwa kombinasi tersebut akan berpengaruh pada tingkat risiko dan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan struktur modal yang diterapkan pada perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengetahui pengaruh kebijakan struktur modal tersebut terhadap kinerja keuangan yang dicapai, serta memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen perusahaan, investor di pasar modal, serta bagi pemerintah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di BEI pada periode 2005-2009. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan pendekatan ekonometrik. Keseluruhan populasi yang terdiri dari 24 perusahaan menjadi sampel dalam penelitian ini kecuali satu perusahaan yang dikeluarkan dari penelitian karena data yang diperoleh bias. Analisis pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi data panel. Data panel yang digunakan terdapat 74 titik pengamatan, terdiri dari 23 perusahaan (data cross section) yang diamati selama 5 periode (data time series) dan merupakan unbalanced panel karena terdapat ketidaklengkapan data pada observasi time series. Untuk mendukung penelitian ini, digunakan software Microsoft Excel 2007 dan Eviews seri 6. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan sektor pertambangan di BEI pada periode 2005-2009 menerapkan kebijakan leverage rendah. Meski tarif pajak penghasilan yang diberlakukan bagi perusahaan pertambangan lebih tinggi dibandingkan dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku secara umum dan pemerintah telah memberikan kelonggaran penggunaan utang perusahaan hingga DER mencapai 8: 1 (untuk investasi lebih dari USD200 juta), namun hal tersebut tidak mendorong.....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia 2005-2009id
dc.subject.keywordStruktur Modalid
dc.subject.keywordKinerja Keuanganid
dc.subject.keywordBursa Efek Indonesiaid
dc.subject.keywordSektor Pertambanganid
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid
dc.subject.keywordAnalisis Regresi Data Panelid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record