Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.authorPanggalih, Ganjar Putra
dc.date.accessioned2025-06-05T07:16:47Z
dc.date.available2025-06-05T07:16:47Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162270
dc.description.abstractPada umumnya tingkat keuntungan dan resiko berbanding lurus. Usaha untuk menurunkan resiko dapat dilakukan apabila pemodal melakukan serangkaian investasi (diversifikasi) dan bukan investasi tunggal. Investasi yang dilakukan pada beberapa alat investasi ini disebut portofolio. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki indeks sektoral yang merupakan sub indeks dari Indeks Harga Saham Gabungan. Pada tahun 2009 tercatat jumlah emiten dalam sub sektor bank sebanyak 29 eniten dengan total perdagangan saham mencapai Rp 124,542,243 Juta yang merupakan total perdagangan terbesar kedua setelah sub sektor pertambangan batu bara (Research Division IDX, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk Menjelaskan cara pemilihan saham sub sektor bank yang akan dimasukan dalam portofolio investasi dan menjelaskan profil dari setiap bank yang sahamnya terpilih tersebut, menganalisis tingkat penerimaan dan resiko masing-masing saham dalam sub sektor bank, dan menentukan proporsi masing-masing saham sub sektor bank yang akan diinvestasikan sehingga membentuk portofolio yang optimal. Tempat penelitian tidak secara langsung digunakan namun menggunakan data data berdasarkan laporan publikasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia. Waktu penelitian pada bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2010. Pendekatan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan studi kasus, analisis data kuantitatif serta studi pustaka dari berbagai literatur yang berkaitan dengan lingkup penelitian. Saham sub sektor bank yang akan digunakan adalah saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45 pada periode Agustus 2009 Januari 2010. Berdasarkan Pengumuman BEI no Peng-00439/BELPSH/07-2010 mengenai Saham Emiten Yang Masuk dan Keluar Dalam Perhitungan Indeks LQ45 dapat diketahui saham sub sektor bank apa saja yang masuk ke dalam LQ45. Saham sub sektor bank yang terpilih masuk adalah saham PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA), PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI), PT. Bank Negara Indonesia, Tbk (BBNI), PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (BBTN), PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDMN), dan PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI). Profil masing-masing Bank yang sahamnya terpilih dilihat menggunakan indikator CAMELS. PT. Bank Central Asia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR sebesar 15.3%, tingkat NPL (gross) sebesar 0.7%, pengelolaan manajemen dengan tata kelola perusahaan yang baik, rasio ROA, ROE, dan NIM masing-masing 3.4%, 31.8%, dan 6.44, tingkat LDR sebesar 50.3%, dan manajemen resiko pasar terhadap resiko fluktuasi tingkat suku bunga dan nilai tukar valuta asing. IPB Universit PT. Bank Negara Indonesia, Tbk pada periode 31 Desember 2009 memiliki CAR 13.8%, tingkat NPL (gross) sebesar 4.7%, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dalam manajemen usaha perusahaan, rasio ROA, ROE, dan ....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Kinerja Bank dan Pembentukan Portofolio Saham Sub Sektor Bank Di Bursa Efek Indonesiaid
dc.subject.keywordPortofolioid
dc.subject.keywordSaham Sub Sektor Bankid
dc.subject.keywordCamelsid
dc.subject.keywordModel Markowitzid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record