Dampak Extreme Events Terhadap Return Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) dan Indeks Sektoral
View/ Open
Date
2011Author
Bilada, Ateris
Achsani, Noer Azam
Hartoyo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar saham di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat beberapa tahun terakhir ini. Pertumbuhan investasi di pasar modal Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 1999-2009 yang ditandai dengan adanya trend pertumbuhan positif dari kapitalisasi pasar saham, emiten saham, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Investasi di pasar modal sangat terkait adanya peristiwa penting yang mempengaruhi stabilitas nasional. Kondisi makroekonomi, politik, stabilitas nasional merupakan salah satu faktor resiko yang memberikan pengaruh secara dinamis terhadap kinerja pasar modal pada tahun tersebut. Selama 3 tahun terakhir ini bangsa Indonesia mengalami beberapa peristiwa-peristiwa penting nasional yang menimbulkan gejolak sosial, ekonomi dan politik.
Dampak yang muncul dari peristiwa penting nasional menimbulkan ketidakpastian terkait pergerakan indeks harga saham. Ketidakpastian dan return yang tinggi dalam dinamika pasar modal merupakan hal yang menarik bagi investor. Ketidakpastian dapat berupa resiko sistematis dan resiko tidak sistematis. maka Tujuan dari penelitian ini, antara lain:
Menganalısıs pergerakan return Indeks Harga Saham Gabungan, Indeks dan Indeks Sektoral.
Meengkaji dampak adanya extreme events terhadap kinerja retum Indeks Harga Saham Gabungan dan Indeks Sektoral.
Memberikan implikasi manajerial terkait antisipasi dampak adanya extreme events terhadap kinerja return Indeks Harga Saham Gabungan dan Indeks Sektoral.
Analisis pengaruh peristiwa penting nasional terhadap kinerja pasar modal dilakukan dengan metodologi event study. Studi event study merupakan teknik analisis yang umum digunakan untuk melihat ada tidaknya reaksi dan perubahan pergerakan pasar modal terhadap suatu kejadian yang dihipotesakan dapat mempengaruhi harga saham Abnormal return merupakan indikator yang menunjukkan adanya reaksi pasar modal. Dalam pendekatan ini ekspektasi rasional pasar keuangan didasarkan pada asumsi di mana harga sekuritas merupakan refleksi secara menyeluruh informasi yang tersedia di pasar modal. Suatu peristiwa penting yang mengandung atau dihipotesakan mengandung informasi akan mengakibatkan adanya perubahan dinamika pasar saham dan perubahan keputusan investasi mendatang Peristiwa yang mengandung ketidakpastian tinggi terhadap pergerakan harga saham akan mengakibatkan resiko investasi pada suatu saham meningkat. Periode estimasi untuk pemodelan dalam penelitian ini selama 50 hari, sedangkan periode pengamatan terhadap extreme event dilakukan dengan 2 event window yaitu periode sebelum event (H-10 hingga H-1) dan periode setelah event (H+1 hingga H+10). Pemodelan estimasi dilakukan dengan menggunakan model ordinary least square (OLS) dan pengujian t-statistik dilakukan melalui dua tahap yaitu uji t-one sample statististic untuk mendeteksi adanya abnormal return dalam periode pengamatan dan uji t-independent statistic untuk menguji adanya dampak terhadap
return indeks pada sebelum dan sesudah extreme event terjadi. Asumsi mendasar yang diperlukan dalam melakukan analisis event study adalah Confounding Effect. Confounding Effect adalah efek bias yang muncul .....dst.
Collections
- MT - Business [4056]
