Show simple item record

dc.contributor.advisorSeminar, Kudang Boro
dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.authorSamad, Muhammad Anas
dc.date.accessioned2025-06-05T07:14:30Z
dc.date.available2025-06-05T07:14:30Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162235
dc.description.abstractPertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2009 meningkat sebesar 4,5 persen terhadap tahun 2008, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 15,5 persen (Badan Pusat Statistik, 2010). Pertumbuhan transportasi udara di Indonesia mengakibatkan frekuensi maupun jalur penerbangan dalam dan luar negeri bertambah yang akan berdampak pada penambahan jumlah pesawat terbang yang dioperasikan untuk melayani jalur-jalur tersebut. Hal ini didukung pada peran transportasi udara dalam pelayanan perdagangan dan kebutuhan perjalanan dari jutaan orang yang terbang setiap hari (Yilmaz., 2008), Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah pesawat terbang yang dioperasikan dan semakin tua umur pesawat terbang tersebut maka semakin meningkat pula kebutuhan akan jasa perawatan pesawat. Keberadaan perusahaan perawatan pesawat terbang dalam negeri saat ini belum dapat menampung pengoperasian penerbangan dalam negeri. Sebagai contoh, masih banyaknya pesawat dan komponennya yang dikirim keluar negeri untuk perawatannya. Penyebabnya adalah selain kapabilitas bengkel dalam negeri yang kurang dan belum dikenalnya bengkel tersebut, juga disebabkan oleh kurangnya motivasi para operator untuk memakai fasilitas perawatan pesawat terbang dalam negeri. Peningkatan pertumbuhan industri penerbangan di Tanah Air yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan tenaga ahli di bidang perawatan pesawat berdampak pada industri perawatan pesawat mengalami krisis sumberdaya manusia (SDM). Salah satu perusahaan dalam industri perawatan pesawat adalah PT.Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia milik Garuda Indonesia. Bisnis utama GMF bergerak pada penyediaan jasa perawatan dan perbaikan pesawat terbang yang mencakup rangka pesawat, mesin, komponen dan jasa pendukung lainnya, serta modifikasi pesawat terbang. Selain itu, GMF juga menjalankan diversifikasi usaha ke bidang industrial gas turbine engine, industrial generator repair dan overhaul. Besarnya potensi pasar tersebut hendaknya harus bisa direbut oleh Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Indonesia, jika MRO Indonesia dikembangkan dengan baik maka pasar domestik akan bisa diraih. Besarnya pasar domestik ini tidak terlepas dari pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia terutama yang ditopang oleh mayoritas maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Mandala Air lines, Lion Air, Sriwijaya Air dan Indonesia Air Asia. Tenaga ahli yang berkualitas akan membantu kemajuan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan dari para operator untuk memakai fasilitas perawatan pesawat terbang dalam negeri sehingga tercapai visi dan misi perusahaan. Masalah manajemen yang harus diselesaikan adalah menjamin bahwa selalu tersedia insinyur yang cukup dengan kualifikasi yang sesuai tersedia di bandara untuk melaksanakan layanan yang dibutuhkan (Cheung et al., 2005). Untuk....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sistem Informasiid
dc.titleDesain Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Baru (Studi Kasus: Pt. Gmf Aeroasia)id
dc.subject.keywordSistem Pendukung Keputusanid
dc.subject.keywordPt. Gmf Aeroasiaid
dc.subject.keywordSdmid
dc.subject.keywordPerekrutanid
dc.subject.keywordSeleksi Karyawanid
dc.subject.keywordPhpid
dc.subject.keywordSdlcid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record