Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorSaputra, Windi Prima
dc.date.accessioned2025-06-05T07:12:26Z
dc.date.available2025-06-05T07:12:26Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162205
dc.description.abstractKrisis ekonomi yang melanda Indonesia berpengaruh pada perusahaan perusahaan yang ada di Indonesia, termasuk didalamnya perusahaan-perusahaan yang memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank, XYZ, Sebagaimana diketahui pada kondisi krisis potensi pemburukan kualitas kredit sangat mudah terjadi. Potensi pemburukan kualitas kredit sendiri dapat dilihat dari potensi kebangkrutan dari perusahaan tersebut yaitu dengan analisis Z-Score Aiman. Salah satu sektor industri yang terkena krisis global adalah industri manufaktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri manufaktur nasional pada kuartal IV 2008 tumbuh 2,06 % jika dibandingkan dengan kuartal yang sama 2007. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal III 2008 industri manufaktur nasional justru tumbuh minus 2,76% Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur, diantaranya adalah diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No 2 Tahun 2009 sentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PIDN) namun tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan industri ini. Oleh sebab itu, pertumbuhan industri manufaktur diperkirakan hanya tumbuh 2% pada masa-masa yang akan datang Melihat kondisi diatas penting untuk dianalisis bagaimana kinerja perusahaan-perusahaan dalam industri manufaktur, khususnya yang mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan. Faktanya dalam menghadapi krisis sebagian besar perusahaan biasanya melakukan tindakan penyelamatan dengan menambah modal kerja dari berbagai sumber pendanaan baik internal maupun eksternal untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Permasalahan modal kerja menjadi sangat krusial bagi perusahaan karena pada kondisi saat ini pengelolaan modal kerja yang baik erat hubungannya dengan profitabilitas. Salah satunya sumber pendanaan modal kerja perusahaan adalah dari sumber perbankan, hal ini menyebabkan perbankan dihadapkan pada risiko hutang tak tertagih terlebih pada kondisi krisis saat ini Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: a) Apakah perusahuan-perusahaan industry manufaktur existing (hubungan dengan Bank XYZ sebelum tahun 2009) berpotensi bangkrut?; b) Bagaimana pengaruh modal kerja dengan probabilitas perusahaan; c) Apa yang menyebabkan kondisi perusahaan dalam industri manufaktur berpotensi bangkrut?. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah a) Mengidentifikasi pensahaan-perusahaan existing di BANK XYZ yang berpotensi bangkrut; b)Menganalisis pengaruh modal kerja dengan profitabilitas perusahaan; c) Menganlisis faktor yang menyebabkan kinerja keuangan perusahaan dalam industri manufaktur berpotensi bangkrut. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada beberapa hal meliputi sampel data dari perusahaan-perusahaan industri manufaktur yang mempunyai hubungan....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Di Industri Manufaktur Yang Berpotensi Bangkrutid
dc.subject.keywordIndustri Manufakturid
dc.subject.keywordDivisi Bisnis Umum Bank Xyzid
dc.subject.keywordManajemen Financialid
dc.subject.keywordStrategi Pengelolaan Modal Kerjaid
dc.subject.keywordDiscriminant Analisisid
dc.subject.keywordStudi Kasusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record