| dc.description.abstract | Sektor pertanian/kehutanan menjadi harapan terbesar bagi bangsa Indonesia dalam upaya menghadapi krisis pangan dan krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan (sustainable), perlu diiringi upaya diversifikasi pangan bahan baku domestik. Salah satu komoditas non beras yang berpotensi untuk menghasilkan pangan (karbohidrat) adalah sagu.
Provinsi Maluku mempunyai potensi sagu yang cukup besar, namun potensi yang besar tersebut masih belum optimal mengangkat perekonomian masyarakat di daerah tersebut, khususnya para petani. Sebuah pendekatan yang besifat multidisiplin, dalam usaha menciptakan terobosan untuk membangun usaha agribisnis yang berbasis komoditi unggulan daerah yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah (value added) dari komoditi sagu, dapat dilakukan melalui diversifikasi produk, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat petani. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah daerah Maluku.
Data yang ada menunjukkan bahwa luas areal tanaman sagu untuk Provinsi Maluku sekitar 94.949 ha, dan yang potensial berkisar 31.360 ha. Namun demikian, hasil komoditi sagu belum optimal dalam memenuhi permintaan pasar domestik. Melihat potensi daerah dan sumber daya yang dimiliki serta terbukanya kesempatan untuk merebut peluang pasar, maka pengembangan teknologi dan inovasi usaha pengolahan sagu memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan dan dijadikan andalan dalam struktur perekonomian daerah Maluku, khususnya Pulau Ambon. Di Maluku khususnya pulau Ambon usaha sagu banyak dilakukan oleh kelompok masyarakat ataupun perorangan yang merupakan usaha kecil skala rumah tangga, untuk kelompok pengolah sagu terdapat kurang lebih sekitar 42 kelompok. Untuk itu diperlukan suatu strategi yang tepat untuk melaksanakan usaha pengolahan sagu khususnya yang dilakukan oleh kelompok masyarakat di Pulau Ambon, mengingat areal tanaman sagu di Pulau Ambon luasnya ± 2.490 ha.
Dari kondisi ini, maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah pemanfaatan komponen teknologi dan kemampuan inovasi pada unit-unit usaha pengolahan sagu di Pulau Ambon, 2) Faktor-faktor apakah yang paling berpengaruh dalam mengoptimalkan perkembangan usaha kelompok pengolah sagu di Pulau Ambon, 3) Bagaimana merumuskan alternatif strategi teknologi dan inovasi pada kelompok pengolah sagu di Pulau Ambon. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menetapkan status teknologi serta kemampuan inovasi proses dan produk yang dimiliki oleh unit-unit usaha pengolah sagu di Pulau Ambon, 2) Menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap pengembangan usaha pengolahan sagu di Pulau Ambon, 3) Merumuskan alternatif strategi pengembangan teknologi dan inovasi usaha pengolahan sagu yang harus dikembangkan oleh kelompok pengolah sagu, untuk memaksimalkan kinerja usaha
pengolahan sagu di Pulau Ambon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus yang merupakan jenis penelitian deskripsi. Adapun jenis data yang diambil terdiri dari data primer dan....dst. | |