Show simple item record

dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorAndiko, Zulfikar
dc.date.accessioned2025-06-05T07:12:19Z
dc.date.available2025-06-05T07:12:19Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162203
dc.description.abstractPenyaluran kredit merupakan kegiatan utama suatu bank, dimana dari penyaluran kredit tersebut akan menghasilkan bunga dan laba. Penyaluran kredit perbankan dibedakan dalam beberapa sektor ekonomi antara lain: pertambangan, konstruksi, jasa dunia usaha dan sektor lainnya. Pendapatan bunga tersebut sangat ditentukan oleh kinerja dan kualitas portofolio kredit yang terbentuk dari sektor ekonomi yang dibiayai. Mengingat pentingnya kualitas kredit yang diberikan, maka diperlukan suatu ukuran kinerja sebagai alat monitoring bagi manajemen dalam memantau kinerja portofolio. Pengukuran kinerja saat ini adalah dengan metode rasio Non Performing Loan (NPL), dimana sesuai regulasi perbankan, ambang batas NPL adalah sebesar 5%. Dimana portofolio kredit dinyatakan berkinerja baik apabila NPL dibawah 5%, demikian juga sebaliknya. Apabila dilihat dari sisi pendapatan atau return, metode NPL dalam perhitungan kinerja mempunyai beberapa kelemahan antara lain: untuk kredit dengan kualitas sama, misalnya kolektibilitas 1 (lancar) dengan tingkat suku bunga berbeda, akan dianggap mempunyai kinerja sama karena NPL sama. Padahal kedua jenis kredit tersebut memberikan tingkat retum yang berbeda atau dengan kata lain kedua kredit tersebut seharusnya mempunyai kinerja yang berbeda. Berdasarkan pertimbangan permasalahan yang ada dengan pengukuran kinerja berdasarkan NPL tersebut, maka penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kinerja portofolio dengan mempertimbangkan tingkat return kredit dan tingkat risiko yang dihadapi. Sehingga akan didapat kinerja portofolio apabila dilihat dari sisi retum dan risiko. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan Model Sharpe's atau juga dikenal dengan Reward to Variability Ratio. Terdapat banyak metode pengukuran kinerja portofolio antara lain: dengan Treynor dan Jensen. Dasar pertimbangan pemilihan model Sharpe ini karena pengukuran kinerja dengan mempertimbangkan faktor return dan risiko yang diwakili oleh pendapatan bunga kredit dan standar deviasi terhadap rata-rata return sesuai dengan metode Sharpe. Untuk pengolahan data dilakukan dengan bantuan software Excel, SPSS versi 17 dan software Modern Portofolio Theory and Investment Analysis dari Elton Gruber. Dengan metode Sharpe (R/V Ratio) didapatkan bahwa sektor ekonomi Jasa Sosial Masyarakat mempunyai rasio retum berbanding risiko paling besar yakni 1.81, dan sektor Pertambangan mempunyai R/V negatif yakni sebesar -0.01. Dengan metode Sharpe ini, dari 8 sektor ekonomi yang dianalisis didapatkan 7 sektor layak investasi, yang mempunyai tingkat R/V positif yaitu Jasa Sosial Masyarakat 1.81, Konstruksi 1.27, Perindustrian 0.89, Transportasi 0.82, Jasa Dunia Usaha 0.81, Perdagangan 0.35 dan Tenaga Listrik 0.03. Sedangkan 1 sektor ekonomi yaitu Pertambangan, tidak layak dipertimbangkan sebagai pilihan investasi karena mempunyai nilai R/V negatif. Secara portofolio didapatkan rasio R/V sebesar 1.259.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Kinerja dan Strategi Pengembangan Portofolio Kredit Dengan Pendekatan Reward To Variability Ratio Pada Pt Bank Xyz Tbkid
dc.subject.keywordPerbankanid
dc.subject.keywordKinerja Portofolioid
dc.subject.keywordSharpe'S Modelid
dc.subject.keywordKreditid
dc.subject.keywordReward To Variability Ratioid
dc.subject.keywordNon Performing Loanid
dc.subject.keywordBad Debt Ratioid
dc.subject.keywordOptimalisasi Portofolio Model Markowitzid
dc.subject.keywordAnalisis Return Portofolioid
dc.subject.keywordAnalisis Risiko Portofolioid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record