Show simple item record

dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.advisorSuroso, Arif Imam
dc.contributor.authorSahabudin
dc.date.accessioned2025-06-05T07:11:43Z
dc.date.available2025-06-05T07:11:43Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162195
dc.description.abstractKrisis global yang terjadi di dunia dewasa ini, ternyata berimplikasi cukup luas. Dampak krisis tidak hanya terbatas pada krisis keuangan sebagaimana krisis ini bermula khususnya di Amerika Serikat, namun sudah merembet pada sektor riil baik berupa kelesuan berusaha maupun pemutusan hubungan kerja. Dampak lebih jauh terhadap perekonomian Indonesia semakin menunjukkan bahwa permasalahan kemiskinan di Indonesia harus lebih mendapat perhatian yang serius baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi kemasyarakatan (Non Goverment Organization). Menurut laporan tahunan UNDP pada akhir tahun 2007 masih terdapat jumlah penduduk miskin sebesar 16,6%. Sedangkan bila diukur dari pendapatan minimal US $2 per hari, masih terdapat 110 juta atau 49% penduduk Inonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Sebagai lembaga kemanusiaan tingkat nasional PKPU saat ini baru mempunyai 14 cabang di 14 propinsi di seluruh Indonesia padahal program pengurangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat dibutuhkan di seluruh Indonesia atau di 33 propinsi. Jika dilihat dari salah satu sumber dana yang ada di masyarakat yaitu zakat dari penduduk muslim terdapat potensi yang sangat besar, hasil survey tahun 2007 sekitar 19,3 triliun per tahun, yang baru dapat dihimpun oleh seluruh anggota asosiasi lembaga pengelola zakat baru sebesar 2,77 triliun pada tiga tahun terakhir atau rata-rata per tahunnya 923 triliun atau 4,78% dari potensi, sedangkan PKPU baru dapat memperoleh rata-rata 45,7 milyar per tahun atau 4,95% dari total dana zakat yang dihimpun. Sebagai organisasi yang tumbuh dan belajar dari capaian-capaian selama ini tidak seharusnya menjadi stagnan terlebih bila dibandingkan dengan potensinya yang masih besar tapi pangsa pasar yang dikuasai masih sangat kecil. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan perencanaan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspek-aspek finansial dan non finansial, mengoptimalkan intangible asset, dan mendorong kinerja pada aspek SDM berupa skill dan kapabilitas serta inovasi yang tinggi, mendorong pelaksanaan proses bisnis internal yang mendorong terciptanya layanan yang memuaskan customer, yang akhirnya akan meningkatkan perolehan donasi. Sebaliknya aspek keuangan yang meningkat akan meningkatkan pula jumlah beneficieries, aspek layanan, pengembangan organisasi dan SDM. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut (a) Menganalisis faktor-faktor strategik dari lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi perkembangan organisasi LKN PKPU pada masa yang akan datang. (b) Mengetahui posisi LKN PKPU atas capaian dan kinerjanya dalam menjalankan kegiatan dan program-programnya selama beberapa tahun belakangan ini. (c) Mengidentifikasi strategi utama terpilih untuk menjawab tuntutan internal dan eksternal serta mewujudkan visi, misi, dan tujuan LKN PKPU. (d) Menyusun tujuan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kinerja dan target-targetnya pada masa yang akan datang pada setiap perspektif Balanced Scorecard. (e) Merancang....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerencanaan Strategi Lembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Ummat (Lkn Pkpu) Dengan Pendekatan Balanced Scorecardid
dc.subject.keywordFaktor Strategiid
dc.subject.keywordPerumusan Strategiid
dc.subject.keywordPkpuid
dc.subject.keywordMatriks Efe-Efiid
dc.subject.keywordAnalisis Swotid
dc.subject.keywordPerspektif Balanced Scorecardid
dc.subject.keywordStudi Kasusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record