| dc.description.abstract | Jumlah penduduk Indonesia di tahun 2008 diperkirakan sebesar 227.779.100 orang dan akan mencapai 247.572.400 orang pada tahun 2015. Tingginya jumlah penduduk adalah indikaci urgensi pemenuhan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan manusia yang paling mendasar, diantaranya ikan sebagai penyedia protein yang cukup tinggi. Salah satu produk perikanan air tawar adalah lele. Lele mudah dibudidayakan, dapat dipelihara dengan padat tebar yang tinggi dan dapat dibudidayakan di kawasan marjinal dan hemat air. Lele memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga dalam 23 bulan dapat dipanen. Hal ini menjadikan peternak lebih mudah mengatur aliran kas. DKP RI menargetkan pertambahan luas areal untuk budidaya lele sebesar 38,19% per tahun. Dirjen P2HP menjadikan lele sebagai salah satu komoditas unggulan.
Kabupaten Bogor adalah salah satu sentra perikanan lele di Jawa Barat selain Indramayu. Produksi lele di Kabupaten Bogor mencapai 8.149,6 ton di tahun 2008, meningkat 27,86% dibandingkan tahun 2007, yaitu 6.373,5 ton. Budidaya lele di Kabupaten Bogor menghadapi pasar yang berkembang. Populasi penduduk di Jawa Barat dan Jakarta, semakin meningkat dan perkembangan lapak warung tenda pecel lele di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang. Sentra produksi lele terbesar di Kabupaten Bogor adalah Wilayah Parung yang membawahi empat kecamatan, yaitu Parung, Ciseeng, Gunung Sindur dan Rumpin. Kontribusi Wilayah Parung terhadap produksi lele tahun 2008 adalah 81,66% dari total produksi lele Kabupaten Bogor.
Tingginya peluang pasar komoditas lele diikuti oleh ancaman berupa kenaikan harga bahan baku. Data awal dari PT Central Proteinaprima, Tbk (2009) menyatakan bahwa kenaikan harga pakan yang terjadi di tahun 2008 mencapai 26% dan harga benih meningkat sekitar 8% sampai 16% sejak bulan Desember 2008 hingga Maret 2009. Bulan Juli 2009 harga pakan diperkirakan meningkat lagi 3%. Sementara harga jual tingkat peternak berfluktuasi hingga Rp 1300/kg. Kondisi harga input output tersebut menjadikan pendapatan peternak tidak menentu. Sementara sistem bagi hasil yang berlaku di Parung mensyaratkan tingkat bagi hasil yang cukup tinggi.
Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kondisi dan karakteristik peternak pembesaran lele di Wilayah Parung, Kabupaten Bogor, (2) Menganalisis kelayakan usaha pembesaran lele yang tengah berjalan, (3)Mengidentifikasi skala usaha yang dapat memenuhi kelayakan biaya hidup sesuai standar internasional ($2/kapita/hari dengan asumsi jumlah tanggungan 4 orang dan nilai tukar rupiah untuk | Dollar Amerika adalah Rp 10.000), (4) Memformulasikan strategi untuk meningkatkan kelayakan usaha dan (5) Menganalisis kelayakan investasi usaha pembesaran lele. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan...dst. | |