Show simple item record

dc.contributor.advisorMaulana, Agus
dc.contributor.advisorGumbira-Said, E
dc.contributor.authorPrihanto, Tri Joko
dc.date.accessioned2025-06-05T07:11:08Z
dc.date.available2025-06-05T07:11:08Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162187
dc.description.abstractBank Bukopin merupakan salah satu bank yang telah menggeluti segmen pasar Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) sejak lama dengan pangsa pasar kredit mikro yaitu kredit dibawah Rp500 juta relatif kecil sebesar 6,11% dari total kredit mikro sebesar Rp65,4 triliun yang disalurkan perbankan di Indonesia. Terdapat dua model penyaluran kredit mikro Bank Bukopin yaitu pola penyaluran langsung kepada nasabah mikro dan penyaluran tidak langsung melalui Iwmbaga keuangan mikro Swamitra. Komposisi dan pangsa pasar penyaluran kredit mikro yang masih rendah, menuntut Bank Bukopin untuk mengembangkan strategi yang tepat dalam meningkatkan penyaluran kredit mikro. Persaingan penyaluran kredit kepada usaha mikro saat ini sangat tinggi. Banyak bank berlomba-berlomba untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada usaha mikro dengan memperbanyak unit dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan usaha mikro. Menghadapi hal tersebut, Bank Bukopin perlu melakukan analisis strategik pengembangan bisnis mikro. Penentuan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah nasabah mikro, pangsa pasar dan pendapatan Bank Bukopin. Secara umum potensi pembiayaan kepada kelompok usaha mikro berjumlah lebih kurang 51 juta unit sangat besar dengan total kebutuhan modal untuk usaha diperkirakan sebesar Rp506,97 triliun. Besarnya potensi tersebut dan pangsa pasar Bank Bukopin yang masih rendah, membuat Bank Bukopin senantiasa perlu menentukan strategi usaha yang tepat yang mampu mendorong dalam pengembangan bisnis mikro, meningkatkan daya saing serta memberikan kemampulabaan yang berkelanjutan. Perumusan masalah diformulasikan sebagai berikut (1) Bagaimana kinerja bisnis mikro Bank Bukopin pada saat ini? (2) Faktor-faktor penting apa saja yang berperan dalam penyusunan strategi pengembangan bisnis mikro berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor kritis lingkungan internal dan eksternal? (3) Faktor-faktor penting apa saja yang menjadi daya tarik Industri dan kekuatan bisnis perusahaan untuk pengembangan bisnis mikro? (4) Bagaimana formulasi strategi pengembangan yang harus ditetapkan oleh Bank Bukopin untuk pengembangan bisnis mikro untuk meningkatkan pendapatan perusahaan? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengevaluasi kinerja bisnis mikro saat ini, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kritis kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan dalam pengembangan bisnis mikro, dikaji dari analisis lingkungan internal dan eksternalnya, (3) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kritis daya tarik industri dan kekuatan bisnis perusahaan dalam pengembangan bisnis mikro, (4) Merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis mikro yang dapat diterapkan Bank Bukopin guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Usaha mikro merupakan usaha yang secara jumlah sangat besar di Indonesia. Saat ini kebutuhan usaha mikro terhadap kredit untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi usahanya masih merupakan potensi yang sangat besar untuk digali oleh perbankan. Masih rendahnya penyaluran kredit mikro yang diberikan oleh Bank Bukopin mendorong perlu dilakukannya strategi pengembangan bisnis mikro. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana strategi pengembangan yang harus dilakukan oleh Bank Bukopin dalam upaya mengoptimalkan bisnis mikro. Penentuan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Bank Bukopin.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Bisnis Mikro Pt Bank Bukopin Tbkid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordBank Bukopinid
dc.subject.keywordAnalisis Internalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record