Show simple item record

dc.contributor.advisorMangkuprawira, Sjafri
dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.authorRumengan, Susana Yulita Nansy
dc.date.accessioned2025-06-05T07:09:56Z
dc.date.available2025-06-05T07:09:56Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162169
dc.description.abstractBirokrasi pemerintahan baik di pusat dan terutama di daerah memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Untuk itu birokrat pemerintah daerah dituntut untuk bekerja secara profesional dalam penyelenggaraan pemerintah daerahdenganberupayameningkatkan kinerjanya. Kinerja pegawai tidak terlepas dari faktor-faktor lain yang mempengaruhinya seperti budaya organisasi, motivasi dan komitmen. Budaya organisasi terkait dengan berbagai aspek pada organisasi yang dapat membantu pegawai untuk meningkatkan kinerja, motivasi terkait dengan segala kekuatan ataupun dorongan yang dapat membantu pegawai untuk bekerja lebih baik dan komitmen sama saja maknanya dengan menjalankan kewajiban, tanggung jawab,dan janji yang membatasi kebebasan seseorang untukmelakukan sesuatu.Kemampuan untuk mengelola budaya organisasi dapat meningkatkan motivasi dan komitmen pegawai yang akhirnya kinerja pegawai akan meningkat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, telah membawa perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesiayang mempunyai implikasi langsung terhadap kesiapanpengembangan sumber dayamanusia, dan ketersediaan sumber daya lainnya Dengan adanya SDM yang berkualitas diharapkan akan mendukung aktivitas organisasi pada seluruh unit satuan kerja di Propinsi Sulawesi Utara termasuk Distanakdalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal dan profesional untuk kepentingan dan kebutuhan pelayanan publik pada masyarakat.Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu kajianterhadap budaya organisasi, motivasi dan komitmen pegawaiyang membentuk kinerja pegawai yang tinggi sebagai implementasi dari visi dan misi organisasi Distanak Propinsi Sulut.Penelitian ini menjadi sangat penting untuk melihatbudaya organisasi,motivasi, komitmendan kinerjapegawaisehubunganbudayaorganisasidi lingkungan pemerintahdinilai masyarakattidak menunjukkan budaya kerja yang mengacu pada efektivitas dan efisiensi sehingga terkesan kurang produktif.Dengan demikian, permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : (1)Bagaimanakah kondisi budaya organisasi,motivasi, komitmen dan kinerja berdasarkan kelompok jabatan pegawai di lingkungan Distanak Propinsi Sulawesi Utara?(2)Bagaimana hubungan budaya organisasi,motivasi, komitmen dengan kinerja pegawai Distanak Propinsi Sulawesi Utara?(3)Strategi apa yang perlu dilakukan dalam rangkamemperbaiki kinerja pegawai di lingkungan Distanak Propinsi Sulawesi Utara?Tujuan penelitian adalah : (1)Mengkaji kondisi budaya organisasi, motivasi, komitmen dan kinerja berdasarkan kelompok jabatan pegawai di lingkungan Distanak Propinsi Sulawesi Utara.(2)Menganalisis hubungan budaya organisasi dengan motivasi, komitmen dan kinerja pegawai Distanak Propinsi Sulawesi Utara(3)Merumuskan strategi yang perlu dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja pegawai di lingkungan Distanak Propinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan diKantorDinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Sulawesi Utaradengan metode deskriptif.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus.Seluruh pegawai yang terdapat pada lima bidang/bagian yang ada di Distanak, yaitu bagian Tata Usahadan bidang TPH, PLA, P2HPdijadikan sebagai responden. Jumlah pegawai Distanak 108 orang yang terdiri dari pejabat struktural sebanyak21 orang dan staf sebanyak 87 orang.. Kuesioner yang berhasil dikembalikan sebanyak86sampel selama penelitian berlangsung. Data dianalisis dengan analisisrentang kriteria,bivariate pearson,Kruskal-Wallis dan Rank-Spearman.Analisisrentang kriteriadigunakan untuk mengetahui persepsi responden terhadapbudayaorganisasi, motivasi,komitmen dan kinerjapegawaipadaDistanak Propinsi Sulawesi Utara.Perhitungan bivariate pearsondengan SPSS dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas.UjiKruskal-Wallisdigunakan untuk meneliti apakah terdapat perbedaan persepsi diantara kelompok tingkat jabatan tertentu mengenai budayaorganisasi.Rank Spearmandigunakan untuk mengukur derajat erat tidaknya hubungan antar satu variabel terhadap variabel lainnya, dimana pengamatan pada masing-masing variabel tersebut didasarkan pada pemberian rangking tertentu yang sesuai dengan pengamatan serta pasangannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwarespondenmemiliki persepsi yang baikmengenai budaya organisasi, motivasi, komitmen dan kinerja pegawai berdasarkan jabatannya. Namun untuk non PNS menunjukkan persepsi yang kurang baik karena berstatus pegawai tidak tetap dengan gaji yang diterima lebih kecil dan penerimaan pegawai ditentukan oleh Badan Kepegawaian Nasional berdasarkan seleksi ujian tulisan yang secara tidak langsung tanpa mempertimbangkan keseharian dari calon pegawai, yang berbeda dengan penerimaan karyawan swasta di suatu perusahaan secara tidak langsung akan merangsang pada karyawan baru untuk berusaha lebih baik dalam bekerja dan sangat menghindari terjadinya kesalahan sehingga mereka mengharapkan untuk dapatdijadikan karyawan tetap di perusahaan.Hasilbivariat pearsonjuga menunjukkan validitas dan tingkat reliabilitas yang baik. Analisis kruskal-Wallis menunjukkan bahwaterdapat perbedaanpersepsiyang signifikan mengenai penerapanbudayaorganisasidalam tingkatan jabatan diDistanak Propinsi Sulawesi Utara.AnalisiskorelasimemperlihatkanbahwaHubungan antara budaya organisasi dengan motivasi, komitmen dan kinerja pegawai adalah positif.Artinya kenaikan salah satu variabelnya akan berakibat pada naiknya variabel lain. Walaupun kuat lemahnya hubungan tersebut beragam, tetapi dapat dipastikan bahwa peningkatan budayaorganisasiakan meningkatkan motivasi kemudian meningkatkan komitmen dan bermuara pada peningkatan kinerjapegawai. Budaya organisasipadavariabelkomunikasi,sistem penghargaan, dan integrasimempunyaiderajat hubungan yangkuatdenganpeningkatankinerja pegawai. Motivasi kerja pada variabel pengembangan pribadidan komitmen pada variabel kontinuanmempunyaiderajathubungan yangsedangdengan peningkatan kinerjapegawai. Strategi yang perlu dilakukanDistanak Propinsi Sulawesi Utarauntuk meningkatkan kinerjapegawaiadalah dengan lebih meningkatkanpenerapan budayaorganisasidan motivasi. Variabelbudayaorganisasitersebut adalahpola komunikasi,sistem penghargaan, dan integrasiserta variabel pengembangan pribadipegawaipada motivasi.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleHubungan Budaya Organisasi, Motivasi dan Komitmen Dengan Kinerja Pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utaraid
dc.subject.keywordBudaya Organisasiid
dc.subject.keywordMotivasiid
dc.subject.keywordKomitmenid
dc.subject.keywordKinerja Pegawaiid
dc.subject.keywordRank Spearman Correlationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record