| dc.description.abstract | Krisis di era global yang kini telah menjadi sebuah tantangan bagi Indonesia merupakan suatu hal yang akan menyulitkan dunia usaha dalam rangka mewujudkan perusahaan yang kompetitif. Hal ini tidak terlepas dari para pelaku pasar bisnis yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit. Mereka harus menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompleks, baik untuk persaingan dalam negeri maupun luar negeri dalam penyediaan kecambah kelapa sawit (PPKS, 2003). Perusahaan harus dapat meningkatkan daya saingnya untuk dapat tetap bertahan dan mengembangkan eksistensi. Untuk meningkatkan daya saing tersebut diperlukan peningkatan produktivitas baik kuantitas maupun kualitas serta kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik yang memenuhi keinginan dan kepuasan konsumen. Peningkatan produktivitas dengan peningkatan kinerja karyawan suatu organisasi, harus didahului dengan peningkatan komitmen organisasi, organizational citizenship behaviors, dan kepuasan kerja sumber daya manusianya. Untuk meningkatkan komitmen organisasi, organizational citizenship behaviors, dan kepuasan kerja sumber daya manusia perlu memperhatikan faktor-faktor pendorong diantaranya adalah budaya organisasi dan kepuasan insentif.
Budaya organisasi merupakan landasan yang digunakan dalam bekerja dan dapat menunjang kinerja karyawan dan organisasi. Insentif merupakan kompensasi yang diberikan pihak manajemen PPKS kepada individu. Permasalahan yang teridentifikasi berkaitan dengan budaya organisasi dan insentif adalah agenda PPKS menuju ISO 9001:2008. Semua divisi melaksanakan program benah diri termasuk divisi bagian SDM. Karyawan di bagian produksi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan akan dievaluasi untuk menjadikan PPKS sebagai perusahaan yang good corporate governance. Salah satu sub permasalahan yang teridentifikasi adalah complaint dari pelanggan mengenai bibit asli tapi palsu (aspal). Hal ini membahayakan konsumen karena bibit asli tapi palsu tersebut mutu dan kualitas produktivitasnya tak bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Penelitian ini menjadi penting karena maraknya peredaran benih kelapa sawit palsu membuat PPKS selayaknya berhati-hati untuk menjaga kualitas produk. Selain itu juga terjadi penurunan produksi selama tiga tahun belakangan dibandingkan tahun 2005. Produksi sangat rendah dibandingkan dengan kapasitas produksi yang bisa mencapai 50 juta benih. Dengan demikian maka perumusan masalah adalah 1) Bagaimana kondisi penerapan budaya organisasi, kepuasan sistem insentif dan komitmen organisasi, organizational citizenship behaviors, dan kepuasan kerja karyawan PPKS, 2) Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan insentif, 3) Apakah terdapat pengaruh kepuasan sistem insentif terhadap komitmen organisasi, organizational citizenship behaviors, dan kepuasan kerja karyawan PPKS, 4) Apakah terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, organizational citizenship behaviors, dan kepuasan kerja karyawan......dst. | |