| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara pengekspor utama karang hias dalam 10 tahun terakhir. Untuk menghindari eksploitasi berlebihan dalam pemanfaatan karang hidup, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk pengembangan usaha transplantasi karang hias. Salah satu lokasinya adalah Wilayah Taman Nasional Kepulauan Seribu. Karang hias mempunyai nilai jual yang tinggi terutama untuk diekspor ke luar negeri sebagai hiasan untuk akuarium laut.
Kuota pengambilan karang hias dari alam akan terus dikurangi secara bertahap dan dialihkan pada usaha transplantasi karang hias. Permintaan terhadap karang hias menunjukkan peningkatan. Namun jumlah produksi karang hias belum mampu memenuhi jumlah permintaan. Selain itu, para nelayan masih memiliki keterbatasan kemampuan teknologi sehingga kualitas produk yang dihasilkan masih banyak yang belum sesuai standar. Hal yang juga menjadi permasalahan adalah kurangnya permodalan para nelayan karang hias. Sebagai solusinya adalah nelayan dimitrakan dengan eksportir. Namun pola kemitraan yang ada saat ini masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan rekomendasi strategi dalam upaya pengembangan usaha transplantasi karang hias. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap usaha transplantasi karang hias, baik dari sisi internal maupun dari sisi eksternal, (2) memformulasikan berbagai alternatif strategi pengembangan usaha transplantasi karang hias, serta (3) memberikan rekomendasi mengenai prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan usaha transplantasi karang hias
Penelitian dilakukan di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, di Wilayah Taman Nasional Kepulauan Seribu dari bulan Maret sampai Mei 2009 dan dilanjutkan dengan pengolahan data serta penulisan laporan karya tulis ilmiah. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, penyebaran kuesioner, dan wawancara dengan responden. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang terkait dengan penelitian. Teknik pengambilan contoh menggunakan metode purposive sampling. Responden terpilih merupakan pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan transplantasi karang hias. Responden internal adalah kelompok nelayan karang hias dan perusahaan eksportir sebagai pelaku utama kegiatan usaha serta Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu selaku pembina dan pengawas, sedangkan responden eksternal adalah Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Asosiasi Koral, Kerang, dan Ikan Hias Indonesia, Yayasan Terumbu Karang Indonesia, serta Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI Data dan informasi yang diperoleh tentang faktor-faktor internal dan eksternal kegiatan pengembangan usaha komoditas karang hias di Kepulauan Seribu selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mendapatkan formulasi strategi. Analisis yang digunakan terdiri atas analisis desktiptif, analisis IFE-EFE, analisis SWOT, dan analisis QSPM. .....dst. | |