| dc.description.abstract | Perkembangan zaman menuntut peningkatan kualitas mutu produk perikanan sebagai syarat mutlak bagi perlindungan konsumen. Pasar Ikan Higienis (PIH) merupakan sebuah prasarana yang digunakan untuk menjual produk perikanan dengan sistem kerja yang memprioritaskan kualitas produk. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah yang diberi wewenang oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk mendirikan PIH. Pelaksanaan pembangunan PIH di DIY dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta yang dikenal dengan nama Pasar Ikan Higienis Terpadu Jogja Fish Market (PIHT JFM). Pembangunan PIHT JFM dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta akan produk perikanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal PIHT JFM, memformulasikan alternatif strategi pengembangan, serta menentukan prioritas strategi dan kebijakan pengembangan yang dapat diterapkan di PIHT JFM. Penelitian dilakukan di Yogyakarta karena PIHT JFM akan dijadikan ikon perikanan di DIY yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi produk perikanan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2009. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei melalui wawancara dan pengisian kuesioner.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi permasalahan yang dihadapi, kegiatan yang dilakukan PIHT JFM dan kondisi sumberdaya yang dimiliki PIHT JFM. Data primer diperoleh dari kepala operasional PIHT JFM, bagian produksi dan pemasaran PIHT JFM. Data eksternal diperoleh dari Kantor Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta (Dinas Pertanian Kota Yogyakarta saat ini), Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Yogyakarta, akademisi, masyarakat, pengunjung, media elektronik, perpustakaan, dan publikasi. Data sekunder yang diambil adalah visi dan misi PIHT JFM, rencana pengembangan PIHT JFM, kondisi geografis PIHT JFM dan informasi terkait PIHT JFM secara umum.
Responden untuk analisis faktor internal adalah kepala operasional PIHТ JFM, bagian produksi dan pemasaran PIHT JFM. Sedangkan untuk responden faktor eksternal adalah Dinas Pertanian Kota Yogyakarta, Diskanla, akademisi, masyarakat dan pengunjung. Jumlah responden pengunjung yang diambil dalam penelitian ini adalah 15 orang yang merupakan 30 persen dari rata-rata pengunjung PIHT JFM dengan jumlah 50 orang, sedangkan untuk responden masyarakat (non pengunjung) berjumlah 10 orang. Jumlah tersebut dianggap telah mewakili informasi yang diperlukan peneliti dalam melakukan perumusan strategi pengembangan PIHT JFM.
Faktor internal dan eksternal secara kuantitatif dianalisis melalui matriks IFE dan EFE, yang hasilnya digunakan untuk penyusunan formulasi strategi menggunakan analisis SWOT. Melalui analisis SWOT akan menghasilkan.....dst. | |