Show simple item record

dc.contributor.advisorGumbira-Sa'Id, E.
dc.contributor.advisorNuryartono, Nunung
dc.contributor.authorBasuki, Amin
dc.date.accessioned2025-06-05T07:05:57Z
dc.date.available2025-06-05T07:05:57Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162114
dc.description.abstractKabupaten Kuantan Singingi adalah salah satu kabupaten di Propinsi Riau, hasil pemekaran dari Kabupaten induknya yaitu Kabupaten Indragiri Hulu Pembentukan Kabupaten Kuantan Singingi didasari dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999. Saat ini Kabupaten Kuantan Singingi telah menjadi sebuah kabupaten definitif yang merupakan gabungan dari 12 kecamatan dengan 10 kelurahan dan 190 desa, dengan luas wilayah 7.656,03 km³. Potensi wilayah dan daya dukung lahan diestimasi masih dapat menampung ternak sebanyak 126.216 Satuan Ternak (ST), dan baru dimanfaatkan sebesar 22,47%. Dengan demikian masih ada peluang sebesar 77,53% atau sekitar 97.855 ST, yaitu masih mampu menampung 104.845 ekor sapi Kegiatan sub sektor petemakan memberikan kontribusi kepada daerah berupa produksi daging pada tahun 2006 sebesar 1.513.846 kg. Produksi daging tersebut yang berasal dari sapi hanya sebesar 216.862 kg atau hanya 14,32%, sedangkan kebutuhan konsumsi daging di Kuantan Singingi adalah 6,23 kg per orang per kapita per tahun, untuk jumlah penduduk 270.160 orang (jumlah penduduk tahun 2006). Artinya daerah membutuhkan 1.945.152 kg. Kondisi di atas menunjukkan bahwa kebutuhan daging masyarakat masih kurang, dan merupakan tantangan bagi Pemerintah Daerah serta pelaku agribisnis sapi potong untuk dapat meningkatkan produksinya, guna memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Usaha betemak sapi telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat/petemak di Kabupaten Kuantan Singingi secara turun temurun, namun sifatnya hanya sebagai sambilan, sebagai tabungan, dan sebagai status sosial dengan rata-rata kepemilikan hanya dua ekor sehingga hasilnya tidak optimal. Potensi sumberdaya alam yang besar belum dimanfaatkan secara optimal, dan jumlah produksinya juga masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, teknologi dan manajemen yang dimiliki oleh peternak, kendala untuk mendapatkan bibit, modal dan adanya wabah penyakit. Untuk meningkatkan produksi daging dan meningkatkan pendapatan peternak, hendaknya pengembangan temak sapi tersebut mengacu kepada sistem agribisnis. Berdasarkan konsep pengembangan temak sapi yang hendak dikembangkan tersebut, maka perlu dilakukan pembenahan dan perencanaan mendasar sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah dengan cara terlebih dahulu merumuskan faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman yang berpengaruh strategis terhadap pengembangan agribisnis sapi potong, untuk ditetapkan sebagai sentra produksi, mengingat adanya keterbatasan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya keuangan yang ada, sehingga dapat ditetapkan strategi yang tepat untuk diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah prioritas pengembangan agribisnis sapi potong serta mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor intemal dan eksternal, merumuskan beberapa alternatif strategi pengembangan agribisnis sapi potong, memilih strategi utama pengembangan agribisnis sapi potong, serta menganalisis keterlibatan dan pengaruh dari masing-masing lembaga yang terkait (stakeholders) dalam upaya peningkatan populasi dan produksi ternak dan akhirnya merekomendasikan strategi prioritas yang harus dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang.....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Di Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riauid
dc.subject.keywordSapi Potongid
dc.subject.keywordAgribisnisid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordAnalisis Ifeid
dc.subject.keywordAnalisis Efeid
dc.subject.keywordMatriks Swotid
dc.subject.keywordAnalisis Cpm (Competitive Profile Matrix)id
dc.subject.keywordAnalisis Qspm (Quantitative Strategic Planning Matrix)id
dc.subject.keywordAnalisis Ism (Interpretative Structural Modelling)id
dc.subject.keywordKabupaten Kuantan Singingiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record