| dc.description.abstract | Persaingan bisnis yang semakin ketat, menimbulkan banyak konsekuensi dalam persaingan perusahaan. Perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saingnya secara terus menerus. Perusahaan dalam waktu cepat harus mampu mengubah diri menjadi lebih kuat dan mampu menanggapi kebutuhan pasar. Jika dikaitkan dengan budaya perusahaan, perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang kuat akan mampu bersaing dalam persaingan bisnis yang sangat ketat. Budaya perusahaan RNI yang sudah sembilan bulan disosialisasikan diharapkan mampu dipahami oleh karyawan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah budaya perusahaan mampu dipahami, dijalankan dan dijadikan sebagai kebiasaan oleh karyawan. Persoalan selanjutnya yang kemudian muncul adalah apakah budaya perusahaan yang sudah disosialisasikan tersebut mampu meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi sangat penting untuk melihat keterkaitan budaya perusahaan, motivasi kerja dan kinerja karyawan RNI
Permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana dan apa saja masalah-masalah yang dihadapi dalam penerapan budaya perusahaan berdasarkan tingkat jabatan (2) Apakah ada hubungan budaya perusahaan dengan motivasi kerja dan kinerja karyawan (3) Strategi apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan RNI. Tujuan penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi persepsi responden tentang penerapan budaya perusahaan (2) Menganalisis hubungan budaya perusahaan dengan motivasi kerja dan kinerja karyawan (3) Merumuskan strategi yang perlu dilakukan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan RNI. Penelitian ini dibatasi pada lingkup bahasan yang berfokus pada penerapan budaya perusahaan untuk level deputi, asisten deputi, staf, dan non staf di kantor pusat RNI dalam rangka meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Seluruh staf dan karyawan yang terdapat pada 6 divisi utama, yaitu divisi SDM dan Umum, Sekretariat Korporasi, Keuangan korporasi, Satuan Pengawasan Intern (SPI), Pengembangan dan divisi Produksi yaitu sebanyak 130 orang semuanya akan dijadikan sebagai responden. Kuesioner yang berhasil dikembalikan sebanyak 100 sampel selama penelitian berlangsung.
Data dianalisis dengan rataan skor, bivariate Pearson, Kruskal-Wallis dan Rank-Spearman. Analisis rataan skor digunakan untuk mengetahui persepsi responden mengenai budaya perusahaan, motivasi kerja dan kinerja karyawan pada RNI. Perhitungan bivariate Pearson dengan SPSS dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas. Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk meneliti apakah terdapat perbedaan persepsi diantara kelompok tingkat jabatan tertentu mengenai budaya perusahaan. Rank Spearman digunakan untuk mengukur derajat erat tidaknya hubungan antar satu variabel terhadap variabel lainnya, dimana pengamatan pada masing-masing variabel tersebut didasarkan pada pemberian.....dst. | |