Show simple item record

dc.contributor.advisorGumbira-Sa'Id, E
dc.contributor.advisorSuroso, Arif Imam
dc.contributor.authorHasanah, Shofia Ushwatun
dc.date.accessioned2025-06-05T06:42:34Z
dc.date.available2025-06-05T06:42:34Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162022
dc.description.abstractKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manusia ke arah kehidupan yang baru dengan potensi pemanfaatannya secara luas, yaitu membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Perubahan tersebut menuntut terbentuknya kepemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh kecepatan dan keakuratan pelayanan yang dibutuhkan, maka pemerintah harus melaksanakan proses transformasi menuju e-government. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Republik Indonesia, khususnya Bagian Kelima pasal 45 maka Biro Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan organisasi, tata laksana dan kepegawaian. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Biro Organisasi dan Kepegawaian BPN RI senantiasa berupaya untuk melakukan pengelolaan sumberdaya manusia yang tepat agar aktivitas kepegawaian menjadi terorganisir, tepat waktu, dan dapat diandalkan secara cepat dengan pemanfatan dan pengembangan teknologi informasi melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG). Untuk memperoleh sistem informasi sumberdaya manusia sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan output yang maksimal, maka sistem tersebut harus didukung dengan sumberdaya sistem informasi yang berkualitas dengan memprioritaskan kebutuhan pengguna akhir (end user) dengan pemanfataan teknologi informasi. Berdasarkan identifikasi masalah ternyata kualitas informasi dan kualitas layanan SIMPEG BPN RI selama ini masih belum memuaskan pengguna dan kurang efektif. Disamping itu, terdapat beberapa perangkat yang belum terpenuhi sehingga jalannya sistem terganggu dan tidak optimal, pengalokasiaan dan pengadaan perangkat yang ada belum diarahkan pada efektifitas dan efisiensi penggunaan dan penerapannya. Pelatihan-pelatihan yang diberikan dalam upaya meningkatkan kemampuan para pengguna (user) kurang optimal, karena pemberian pelatihan dilaksanakan dengan waktu pelatihan yang singkat serta sarana pelatihan yang tersedia belum memadai serta monitoring dan evaluasi terhadap sistem secara keseluruhan belum optimal sehingga berimplikasi kepada kepuasan pengguna SIMPEG secara keseluruhan. Dengan berbagai kendala tersebut, maka perlu dilakukan Kajian Kualitas Informasi dan Kepuasan Pengguna pada Implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Perumusan masalah penelitian meliputi: (1) Bagaimana kondisi kualitas informasi dan kepuasan pengguna pada implementasi SIMPEG di lingkungan BPN RI; (2) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas informasi dan.....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sistem Informasiid
dc.titleKajian Kualitas Informasi dan Kepuasan Pengguna Pada Implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Di Lingkungan Badan Pertahanan Nasional Republik Indonesiaid
dc.subject.keywordSistem Informasi Manajemen Kepegawaianid
dc.subject.keywordBadan Pertanahan Nasional Riid
dc.subject.keywordKualitas Informasiid
dc.subject.keywordKepuasan Penggunaid
dc.subject.keywordAnalisa Diagonal Splitid
dc.subject.keywordCustomer Satisfaction Indexid
dc.subject.keywordSemid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record