Analisis Kepuasan Mahasiswa Program Sarjana Terhadap Pelayanan Direktorat Administrasi dan Jaminan Mutu Pendidikan Institut Pertanian Bogor
View/ Open
Date
2007Author
Kiloes, Adhitya Marendra
Sailah, Iiiah
Sinaga, Bonar M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Sebagai salah satu Institusi pendidikan tinggi, Institut Pertanian Bogor (IPB)
tentunya harus mempunyai sumberdaya manusia sebagai penggerak utama yang
memiliki kemampuan kerja yang profesional serta ditempatkan pada posisi yang
tepat. Sejak berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), IPB
harus menekankan pentingnya otonomi Institusi pendidikan yang akan menuju ke
satu tujuan akhir yaitu peningkatan kualitas perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Pemahaman tersebut menegaskan perlunya suatu perguruan tinggi melaksanakan
suatu manajemen mutu, termasuk manajemen mutu pendidikan agar mutu
pendidikan dapat dipertahankan atau ditingkatkan sesuai dengan yang
direncanakan atau dijanjikan. Salah satu ruang lingkup jaminan mutu IPB adalah
mutu dan dukungan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen oleh unit layanan
akademik dan prasarana administrasi. Organisasi mutu IPB melekat pada struktur
organisasi yang berada pada seluruh level yaitu level Institut, Fakultas dan
Departemen. Salah satu unit untuk melayani mahasiswa adalah Direktorat
Administrasi dan Jaminan Mutu Pendidikan (DAJMP).
DAJMP IPB mempunyai enam tugas pokok dan fungsi, dua diantaranya
berkaitan langsung kepada mahasiswa. DAJMP sebagai unit kerja yang melayani
mahasiswa langsung, harus dapat memberikan layanan yang dapat menunjang
kegiatan akademik. Peran dan fungsi DAJMP merupakan bagian yang penting
terutama bila dikaitkan dengan tugas pokoknya dalam mengelola administrasi dan
jaminan mutu pendidikan yang salah satunya meliputi administrasi mahasiswa.
Baik buruknya pelayanan yang diterima mahasiswa merupakan cerminan dari
sukses tidaknya DAJMP dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya
terutama yang berkaitan langsung dengan mahasiswa. Kinerja dari pelayanan
DAJMP IPB ini dapat dilihat dari kepuasan mahasiswa sebagai pengguna jasa dari
DAJMP yang merupakan satu-satunya badan di IPB yang menangani masalah
administrasi mahasiswa. Jika Mahasiswa tidak puas terhadap pelayanan yang
diberikan oleh DAJMP maka akan berakibat menjadi buruknya citra IPB di mata
Mahasiswa. Apabila Mahasiswa tersebut lulus atau bersosialisasi di luar maka
Mahasiswa yang tidak puas akan pelayanan administrasi IPB tersebut akan
menyebarkan promosi yang negatif tentang IPB.
Namun sampai saat ini belum ada kajian tentang kepuasan Mahasiswa
terhadap pelayanan DAJMP IPB, dengan demikian belum dapat diketahui tingat
kepuasan Mahasiswa terhadap pelayanan DAJMP IPB sebagai pemberi layanan
administrasi. Dengan demikian pula belum diketahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja pelayanan dari DAJMP IPB. Padahal untuk meningkatkan
kualitas pelayanan harus dirumuskan dari tingkat kepuasan Mahasiswa dan
bagaimana pelayanan saat ini dirasakan oleh mahasiswa serta faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi kinerja dari pemberi layanan yang dalam hal ini
karyawan DAJMP IPB. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat
diambil tujuan dari penelitian ini yaitu: Menganalisa kinerja pelayanan DAJMP IPB, Menganalisa tingkat kepuasan mahasiswa Program Sarjana terhadap
pelayanan DAJMP IPB, Menganalisa Kinerja pelayanan DAJMP IPB,
Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan DAJMP IPB,
Merumuskan strategi untuk meningkatkan pelayanan DAJMP IPB.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2007
bertempat di Kampus IPB Darmaga. Penelitian dilakukan menggunakan metode
penelitian deskriptif. Pengisian kuisioner dilakukan untuk mengetahui tingkat
kepuasan mahasiswa dan kinerja DAJMP IPB. Jenis data berupa data primer yang
didapat dari hasil wawancara dengan responden mahasiswa dan karyawan
DAJMP IPB, dan data sekunder yang berasal dari IPB, laporan, literatur, majalah,
dan koran. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik
pengambilan contoh untuk responden Mahasiswa Program Sarjana menggunakan
teknik cluster stratified sampling dimana Mahasiswa program Sarjana IPB
pertama dibagi menggunakan teknik cluster sampling yaitu dipilih tiga cluster
Fakultas, kemudian dari ketiga Fakultas tersebut masing-masing dipilih dua
Departemen. Dari subpopulasi yang ada kemudian dibagi lagi menjadi
subpopulasi berdasarkan tahun pendidikan yaitu tahun 2, 3, 4, kemudian
berdasarkan asal daerah yaitu dalam dan luar jawa, kemudian berdasarkan jenis
kelamin, sehingga didapat 72 subpopulasi, dan dari 72 subpopulasi tersebut dipilih
acak dua responden sehingga total berjumlah 144 responden Mahasiswa Program
Sarjana. Sedangkan pengumpulan data dari karyawan DAJMP IPB menggunakan
teknik sensus. Mahasiswa Program Sarjana mengisi kuisioner berdasarkan lima
dimensi ServQual yang terdiri dari dimensi bukti fisik (Tangible), Kehandalan
(Reliability), Daya tanggap (Responsiveness), Jaminan Kepastian (Assurance),
dan Kepedulian (Emphaty) yang semuanya terdiri dari 20 atribut untuk mengukur
kepentingan, kepuasan, dan harapan mahasiswa terhadap pelayanan DAJMP IPB.
Analisis rentang kriteria dilakukan untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan
yang dilakukan DAJMP IPB berdasarkan persepsi mahasiswa. Disisi lain analisis
kesenjangan (gap) untuk mengukur besarnya kesenjangan antara kinerja
pelayanan yang dilakukan DAJMP IPB dengan harapan mahasiswa. Kemudian
dari kepentingan dan kepuasan dilakukan analisis Importance Performance (IPA)
untuk melihat posisi atribut yang bersangkutan dalam Importance Performance
Maping. Karyawan DAJMP IPB mengisi kuisioner untuk mengukur kinerja,
kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja karyawan dan kemudian dianalisis
menggunakan analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh
Kemampuan, Motivasi, dan Lingkungan kerja terhadap Kinerja karyawan DAJMP
IPB.
Hasil penelitian dari analisis tingkat kinerja pelayanan DAJMP IPB
berdasarkan persepsi mahasiswa diperoleh bahwa kinerja pelayanan yang
dilakukan oleh DAJMP IPB dinilai oleh mahasiswa barvariasi tiap atributnya.
Lewat pernyataan-pernyataan yang mewakili atribut-atribut yang ada, mahasiswa
menjawab dari kurang setuju hingga setuju terhadap pernyataan tersebut. Kinerja
pelayanan yang dilakukan oleh DAJMP IPB dinilai oleh mahasiswa barvariasi
tiap atributnya. Lewat pernyataan-pernyataan yang mewakili atribut-atribut yang
ada, mahasiswa menjawab dari kurang setuju hingga setuju terhadap pernyataan
yang mewakili atribut-atribut yang ada. Mahasiswa cukup setuju dengan
pernyataan yang mewakili seluruh atribut dimensi jaminan kepastian. Mahasiswa
banyak tidak setuju dengan pernyataan-pernyataan dari dimensi kehandalan dan daya tanggap. Dari dimensi bukti fisik mahasiswa banyak kurang setuju dengan
pernyataan yang mewakili atribut kenyamanan tempat pelayanan. Pada dimensi
kepedulian mahasiswa banyak kurang setuju dengan pernyataan yang mewakili
atribut kedekatan petugas dalam memberikan pelayanan.Mahasiswa Program
Sarjana IPB puas dengan atribut penampilan petugas layanan namun mahasiswa
tahun ketiga dan mahasiswa yang berasal dari Pulau Jawa masih merasakan tidak
puas terhadap atribut tersebut. Atribut yang lain masih dirasakan tidak puas oleh
mahasiswa karena memiliki kinerja pelayanan lebih rendah dari yang diharapkan.
Mahasiswa dengan tahun pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki rasa kurang
puas lebih besar. Selain itu masih banyak atribut-atribut kepuasan mahasiswa
yang menjadi prioritas utama perbaikan dan jumlahnya lebih banyak dari atribut
yang perlu dipertahankan, atribut dengan prioritas rendah, dan atribut yang
berlebihan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan DAJMP IPB berbedabeda
tiap subdirektorat dan seksi. Subdirektorat Registrasi dan Statistik dan seksi
Administrasi Umum kinerja karyawannya dipengaruhi oleh motivasi dan
lingkungan, Subdirektorat Administrasi Pendidikan kinerja karyawannya
dipengaruhi oleh kemampuan dan lingkungan, dan Subdirektorat Jaminan Mutu
Pendidikan kinerja karyawannya dipengaruhi oleh kemampuan dan motivasi.
Untuk melakukan perbaikan pelayanan adalah dengan melakukan
perbaikan kualitas pelayanan dengan memperbaiki semua atribut yang ada karena
semua atribut tersebut memiliki gap yang negatif. Sedangkan untuk prioritas
perbaikan diprioritaskan untuk terlebih dahulu memperbaiki atribut-atribut dari
dimensi kehandalan (reliability) kemudian disusul dengan perbaikan atributatribut
pada dimensi yang lain. Meskipun pada tiap subdit dan seksi faktor-faktor
yang menentukan kinerja karyawan berbeda-beda, namun semua faktor penentu
kinerja yaitu kemampuan, motivasi, dan lingungan kerja tetap harus diperhatikan
pada tiap subdit dan seksi. Agar dirasakan bahwa tidak ada perbedaan antara
subdit yang satu dengan subdit yang lain dalam hal pembenahan kinerja
karyawannya. Selain itu perlu dikaji lagi faktor apa selain kemampuan, motivasi
dan lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan DAJMP IPB.
Collections
- MT - Business [4057]
