| dc.description.abstract | Pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah di Indonesia berdampak
pada meningkatnya tingkat persaingan dalam industri perbankan. Selain
persaingan, kondisi eksternal lainnya juga akan berpengaruh pada keberadaan
Unit Usaha Syariah Bank Bukopin, seperti perubahan regulasi Bank Indonesia,
kondisi perekonomian nasional, munculnya produk-produk yang menjadi
substitusi produk bank syariah dan lain-lain. Dalam menghadapi meningkatnya
persaingan dan perubahan-perubahan tersebut, Unit Usaha Syariah Bank Bukopin
perlu memiliki suatu rancangan masa depan yang didasari oleh kompetensi yang
dimilikinya. Tujuan dan gambaran yang jelas tentang Unit Usaha Syariah Bank
Bukopin di masa yang akan datang diharapkan mampu menuntun Urusan Syariah
Bank Bukopin agar dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi, bahkan turut
serta mengubah wajah industri perbankan syariah di Indonesia. Rancangan
pengembangan tersebut dinamakan Arsitektur Strategik Unit Usaha Syariah Bank
Bukopin.
Berdasarkan uraian di atas, dirumuskan empat permasalahan spesifik yang
diteliti sebagai berikut : (1) Faktor-faktor eksternal apa saja yang dapat
mempengaruhi persaingan, pertumbuhan dan perkembangan Unit Usaha Syariah
Bank Bukopin ? (2) Faktor-faktor internal apa saja yang dapat dikembangkan
untuk menjadi kompetensi inti Unit Usaha Syariah Bank Bukopin ? (3)
Bagaimana arsitektur strategik Unit Usaha Syariah Bank Bukopin dalam kurun
waktu lima tahun yang akan datang ?. Berdasarkan perumusan masalah tersebut di
atas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut : (1) Menganalisa
faktor-faktor eksternal Unit Usaha Syariah Bank Bukopin baik dalam skala makro
maupun skala industri (2) Menganalisa faktor-faktor internal Unit Usaha Syariah
Bank Bukopin yang mempunyai tingkat kompetensi untuk dikembangkan (3)
Merancang arsitektur strategik Unit Usaha Syariah Bank Bukopin dalam kurun
waktu lima tahun yang akan datang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam bentuk studi kasus.
Jenis data yang diambil sesuai dengan variabel yang dianalisa mencakup
konfigurasi internal perusahaan, data untuk analisa PEST, data untuk analisa
industri dan persaingan, data untuk industry foresight, data untuk analisa
kesenjangan, serta data untuk merancang arsitektur strategik. Sumber data berasal
dari internal organisasi maupun eksternal organisasi. Penelitian ini menggunakan
dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh
melalui data internal perusahaan, studi kepustakaan dan pencarian melalui situssitus
internet. Sedangkan data primer diperoleh melalui pengamatan langsung,
wawancara dan pengisian kuisioner oleh para responden. Teknik pengambilan
data dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 8 (delapan)
orang yang terdiri dari kalangan internal dan eksternal. Pihak internal yang
menjadi responden adalah Kepala Divisi Syariah, Manajer Pengembangan
Produk, Manajer Supervisi Operasi Cabang, Manajer Supervisi Bisnis Cabang,
Pemimpin Cabang Syariah (Jakarta dan Bandung) serta Manajer Operasi Cabang
Syariah (Jakarta dan Bandung). Pihak eksternal yang menjadi responden adalah pakar Ekonomi Islam dan Bank Syariah yaitu dari Dewan Syariah Nasional
Majelis Ulama Indonesia (dua orang).
Data yang diperoleh diolah dan dianalisa untuk merancang arsitektur
strategik Unit Usaha Syariah Bank Bukopin dalam lima tahun ke depan. Tahapan
pengolahan dan analisa data yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1)
Menganalisa visi, misi dan tujuan Unit Usaha Syariah Bank Bukopin saat ini (2)
Menganalisa lingkungan eksternal makro Unit Usaha Syariah Bank Bukopin
dengan menggunakan kerangka analisa PEST (3) Menganalisa lingkungan
eksternal mikro menggunakan kerangka analisa lima kekuatan penentu intensitas
persaingan Porter dilakukan dengan pendekatan teknik Delphi (4) Menganalisa
lingkungan internal Unit Usaha Syariah Bank Bukopin dengan kerangka rantai
nilai Porter dan kompetensi inti yang dimiliki perusahaan (5) Hasil analisa
internal dan eksternal faktor sebagaimana tersebut digunakan untuk memprediksi
wawasan industri masa depan perbankan syariah seperti apa yang akan terjadi
(industry foresight) (6) Menganalisa kesenjangan antara kondisi sekarang (current
situation) dan wawasan industri perbankan syariah masa depan (7) Merancang
arsitektur strategik Unit Usaha Syariah Bank Bukopin untuk jangka waktu lima
tahun ke depan.
Analisa visi memberikan gambaran bahwa Unit Usaha Syariah Bank
Bukopin memiliki visi untuk menjadi bank syariah terpercaya,unggul dalam
pelayanan serta berperan dalam pengembangan ekonomi umat, sedangkan analisa
misi yang dilakukan mengusulkan misi Unit Usaha Syariah Bank Bukopin sebagai
berikut : Berperan sebagai lembaga intermediary keuangan yang menguntungkan
dan patuh pada ketentuan syariah, membangun kerjasama yang saling
menguntungkan dengan nasabah sebagai mitra usaha, meningkatkan kesejahteraan
pemegang saham, karyawan dan masyarakat.
Analisa faktor eksternal dengan kerangka Politik, Ekonomi, Sosial dan
Teknologi (PEST) menunjukkan bahwa peluang untuk semakin tumbuh
berkembangnya perbankan syariah di masa depan akan semakin baik. Analisa
intensitas persaingan dalam industri bank syariah menunjukkan hasil bahwa
ancaman produk substitusi mempunyai tingkat intensitas persaingan tinggi (skor
3,69). Empat kekuatan lainnya yaitu Ancaman Pendatang Baru (skor 3,34),
Ancaman Kekuatan Tawar Nasabah Funding (skor 2,81), Ancaman Kekuatan
Tawar Nasabah Pembiayaan (skor 3,34) dan Ancaman Persaingan dari Kalangan
Anggota Industri (skor 3,30) menunjukkan hasil intensitas persaingan sedang.
Analisa rantai nilai untuk aktifitas primer menunjukkan bahwa aktivitas
pelayanan dengan kompetensi kemampuan menyediakan fasilitas fisik yang baik,
keramahan dan ketulusan dalam melayani mempunyai skor paling tinggi dengan
nilai 3,75. Aktivitas primer lainnya mempunyai tingkat kompetensi sedang.
Analisa rantai nilai untuk aktivitas pendukung menunjukkan bahwa tingkat
kompetensi untuk kemampuan menyerap dan mengembangkan teknologi
perbankan terkini, mempunyai nilai paling tinggi yaitu 4,00. Kompetensi lainnya
untuk aktivitas pendukung menunjukkan tingkat yang sedang.
Wawasan industri bank syariah di masa depan adalah memiliki nasabah yang
kritis terhadap layanan dan kesesuaian syariah, terintegrasinya kinerja finansial
dengan kepatuhan kepada prinsip syariah, meningkatnya pembiayaan berbasis
bagi hasil, pendanaan yang berfokus pada tabungan dan giro, meningkatnya pendapatan jasa (fee based income) serta pelaksanaan prinsip kehati-hatian yang
bersifat self regulatory system.
Sebagai jembatan bagi terwujudnya Unit Usaha Syariah Bank Bukopin masa
depan yang mampu bersaing sesuai dengan wawasan industri bank syariah, maka
disusun Arsitektur Strategik Unit Usaha Syariah Bank Bukopin yang bertujuan
mewujudkan Unit Usaha Syariah Bank Bukopin yang Kompetitif, Efisien serta
patuh pada ketentuan syariah (Competitif, Efficient and Syariah
Compliance/CES). Untuk mewujudkan CES tersebut Unit Usaha Syariah Bank
Bukopin diusulkan memiliki beberapa tahapan pencapaian, baik dari sisi
pemahaman kebutuhan nasabah, kepatuhan pada prinsip-prinsip syariah,
pembiayaan, penghimpunan dana, pendapatan jasa (fee based income) maupun
kemitraan strategik. | |