| dc.description.abstract | Peningkatan kebutuhan pasar telah menyebabkan sekolah terus bermunculan di berbagai tanah air, baik sekolah negeri maupun swasta. Hal tersebut terkait dengan kebutuhan untuk bersekolah, di tengah tajamnya persaingan industri sekolah. Untuk memenangkan persaingan yang demikian ketat dalam meraih calon siswa, tentunya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan di antaranya produk, manajemen sumber daya dan manajemen sumber daya manusia. Dalam hal ini sangat diperlukan alternatif pengembangan sekolah yang tidak hanya berfokus pada aspek fungsional melainkan juga berfokus pada pengembangan basis kompetensi inti dan berorientasi pasar untuk meraih keunggulan kompetitif melalui pendidikan yang bermutu.
Studi ini mengambil sebuah kasus sekolah yang mengalami perkembangan nyata terutama dari segi jumlah siswa yaitu Sekolah XYZ. Pada awal berdirinya tahun 1998 Sekolah XYZ hanya menerima siswa SD yang berjumlah 19 siswa, sampai tahun 2006-2007 jumlah siswa meningkat menjadi 680 siswa SD. Pada tahun 2003 Sekolah XYZ menerima siswa SMP berjumlah 120 dan tahun 2006-2007 meningkat menjadi 360 siswa, sementara itu pada tahun 2006-2007 Sekolah XYZ menerima siswa SMU 147 siswa. Hingga sekarang tahun 2006-2007 total jumlah siswa Sekolah XYZ adalah berjumlah 1.187 siswa. Dari data di atas terlihat bahwa Sekolah XYZ telah mengalami perubahan dan perkembangan yang nyata dari jumlah siswa, tetapi data dua tahun terakhir menunjukkan bahwa penerimaan siswa sekolah dasar mengalami perubahan dari segi jumlah siswa yang masuk dan bersekolah di Sekolah XYZ. Pada awalnya kelas 1 & kelas 2 memiliki 5-6 kelas dengan 23-24 siswa, namun di tahun 2005-2007 jumlah siswanya berkurang yaitu kelas 1 memiliki 3 kelas dengan 17-18 siswa & kelas 2 hanya 3 kelas dengan 19-20 siswa.
Melihat perubahan yang telah terjadi seperti di atas maka Sekolah XYZ perlu melakukan kajian berupa evaluasi terhadap strategi pengembangan sekolah di masa lalu, masa sekarang yang sedang dijalankan dan masa akan datang, agar apa yang telah dicapai sekarang dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan seiring dengan banyak bermunculan sekolah lain sebagai pesaing, baik dari segi fasilitas, program dan kurikulum, lokasi, biaya pendidikan dan lain sebagainya. Untuk itulah diperlukan alternatif strategi yang sesuai guna mengembangkan Sekolah XYZ. Berdasarkan uraian latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah melakukan analisis faktor internal dan eksternal Sekolah XYZ, merumuskan strategi yang sesuai untuk pengembangan Sekolah XYZ.
Penelitian dilakukan di Sekolah XYZ daerah Bogor. Waktu penelitian mulai bulan Januari – Maret 2007. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dan FGD (Focus Group Discussion). Teknik pengolahan data dengan menggunakan analisis kualitatif SWOT dan AHP.
Berdasarkan analisis data disimpulakan faktor SWOT dalam strategi pengembangan Sekolah XYZ adalah faktor Strengths dengan sub faktor yakni fasilitas, program yang ditawarkan, reputasi pendiri sekolah. Faktor Weaknesses dengan sub faktor adalah lokasi, kompensasi guru, efektivitas dan kualitas sistem seleksi dan biaya pendidikan. Faktor Opportunities dengan sub faktor yakni kebutuhan pasar terhadap sekolah unggulan, ketersediaan sekolah pilihan alternatif dan ketersediaan tenaga kerja berkompeten. Faktor Threats dengan sub faktor yakni pesaing dan tingkat kompensasi bersaing.
Berdasarkan faktor dan sub faktor tersebut diperoleh empat alternatif yakni, strategi learning organization, strategi pemasaran secara intensif, strategi peninjauan kompensasi dan strategi perbaikan sistem rekrutmen dan seleksi.
Berdasarkan analisis AHP yang menjadi prioritas adalah : Urutan prioritas faktor adalah Strengths (S), Opportunity (O), Threats (T) dan Weaknesess (W), yang berarti Sekolah XYZ lebih fokus memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk strategi pengembangan. Urutan prioritas sub faktor Strengths (S) adalah program yang ditawarkan, fasilitas dan reputasi pendiri sekolah. Urutan prioritas sub faktor Weaknesess (W) adalah biaya pendidikan, efektivitas dan kualitas sistem seleksi, kompensasi guru dan lokasi.Urutan prioritas sub faktor Opportunities (O) adalah ketersediaan tenaga kerja berkompeten, ketersediaan sekolah pilihan alternatif dan kebutuhan pasar terhadap sekolah unggulan. Urutan prioritas sub faktor Threats (T) adalah pesaing dan tingkat kompensasi bersaing. Urutan prioritas alternatif strategi adalah strategi learning organization, strategi perbaikan sistem rekrutmen dan seleksi, strategi pemasaran dengan intensif dan strategi meninjau kembali kompensasi.
Implikasi dari temuan ini adalah Sekolah XYZ perlu memfokuskan pada pemanfaatan kekuatan. Faktor yang paling penting dari kekuatan adalah program yang ditawarkan sedangkan strategi yang menjadi prioritas bagi Sekolah XYZ adalah learning organization. | |